Demokrat Sebut Antasari Diperalat Dan Imbalannya Grasi

0
215

Partai Demokrat geram dengan tudingan Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang menyebut ada peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus pembunuhan bos Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. Wakil Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Benny K Harman menduga, tudingan Antasari itu merupakan balasan dari pemberian grasi oleh Presiden Joko Widodo.

“Lalu dia dikasih grasi, jangan sampai diberi grasi dengan imbalan Antasari harus menebar fitnah keji tentang SBY,” kata Benny di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Benny melihat, Antasari hanya alat dari kekuasan untuk menebar fitnah dan menjelek-jelekan SBY. Sebab, grasi dari Jokowi itu membuat Antasari bisa menghirup udara bebas setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun.

“Saya membaca Antasari ini diperalat oleh kekuasaan, menebar fitnah presiden ke 6 dan atas tugas ini Antasari diberi grasi. Jadi grasi ini tukar guling kan begitu, Antasari dapat grasi asal bersedia menebar fitnah, keji sekali kan,” jelasnya.

Pihaknya meminta Antasari untuk tidak mau diperalat oleh pemerintah dengan menyebarkan informasi bohong yang membuat nama baik SBY rusak.

“Saya minta Pak Antasari untuk ikhlas jangan mau diperalat boleh kekuasaan untuk menebar fitnah, menebar kebencian, menyebarkan informasi sesat yang merugikan nama baik SBY,” tegas dia.

Kendati demikian, Wakil Ketua Komisi III ini menilai, grasi tidak bisa menghapuskan kejahatan yang dilakukan Antasari. Grasi, kata Benny, telah membuktikan Antasari bersalah karena telah membunuh Nasrudin.

“Grasi tidak menghapuskan kejahatan, grasi itu pengampunan dia mengaku salah. Kemudian yang kedua dia mohon pengampunan, bukan mengurangi kesalahan,” pungkasnya.

Berikan Komentarmu