SBY: Antasari Mantan Narapidana, Digunakan Untuk Serang Saya & Agus

0
292

Sekitar pukul 21.00 WIB, mantan Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keluar dari kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. SBY yang mengenakan baju koko berwarna putih dan peci hitam, baru saja menyelenggarakan zikir dan doa bersama untuk kelancaran Pilkada DKI Jakarta. SBY didampingi mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti EE Mangindaan, Syarif Hasan dan Amir Syamsuddin.

SBY langsung bicara mengenai tuduhan yang dilancarkan Antasari Azhar. Tapi SBY tidak menyebut Antasari sebagai mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tiba-tiba hari ini ada serangan, black campaign yang disampaikan saudara Antasari, mantan narapidana yang baru mendapat grasi Presiden Jokowi,” ujar SBY di kediamannya.

SBY secara tegas menuding Antasari telah menyerangnya dan keluarganya. Pernyataan yang dilontarkan Antasari bernada fitnah untuk merusak nama SBY dan keluarganya. Termasuk putera sulungnya yang kini tengah bertarung dalam gelaran Pilkada DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono. SBY tidak segan menuding pernyataan yang dikeluarkan Antasari sarat muatan politik.

“Sepertinya ada misi untuk menyerang dan merusak nama saya juga keluarga saya. Serangan ini diluncurkan dan dilancarkan satu hari sebelum pemungutan suara, coblosan pilkada Jakarta. Sulit tidak mengatakan bahwa serangan fitnah dan pembunuhan karakter terkait langsung pilkada esok hari,” tegasnya.

SBY mengaku sudah memprediksi peristiwa ini bakal terjadi. Dua bulan lalu SBY diberitahu oleh koleganya agar berhati-hati. Sebab, ada yang akan menggunakan Antasari untuk menyerang SBY sekaligus menghancurkan Agus Yudhoyono.

“Dan hal itu benar terjadi hari ini. Saya duga ini direncanakan. Tidak muncul tiba-tiba oleh Antasari dan aktor politik di belakangnya. Tujuannya jelas saudara-saudara, siapapun tahu, agar nama SBY dan Agus Yudhoyono rusak, tercoreng, akhirnya yang diharapkan dalam Pilkada Jakarta esok hari, Agus-Sylvi kalah,” jelasnya.

Mantan Menko Polhukam ini ingat betul kondisi serupa pernah dialaminya saat pertarungan Pemilihan Presiden pada 2004. Menurut pengakuan SBY, saat itu ada sebuah buletin yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk menjatuhkannya. Hal ini juga terjadi saat Agus mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI.

“Tuhan menakdirkan Agus Yudhoyono sama seperti nasib saya mengikuti pilpres 2004,” ucapnya.

Berikan Komentarmu