Ini Kata Wapres JK Soal Ahok-Djarot Menang Di Dekat Markas FPI

0
322

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait kemenangan pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat di tempat pemungutan suara (TPS) 17, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jusuf Kalla menilai kemenangan Ahok-Djarot di TPS dekat markas Front Pembela Islam (FPI) itu hal biasa dalam demokrasi.

“Ya biasalah, ini tidak bisa dibikin begitu (harus kalah). Karena musti ada nomor satu nomor dua nomor tiga (yang menang), tidak bisa ditentukan (siapa pemenang),” ujar Jusuf Kalla di rumah dinasnya Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, melihat hasil di TPS itu membuktikan FPI yang selama ini bersitegang dengan Ahok tak mempengaruhi suara pemilih. Melihat kemenangan Ahok itu membuktikan masyarakat sekitar markas FPI mempercayai para calon dengan berbagai kemampuan calon yang dipilihnya.

“Komunitasnya sangat berpengaruh. Kalau katakanlah komunitas di Jakut Ahok menang, komunitas yang mungkin Jaksel Anies menang, biasalah itu. Karena orang sangat terpengaruh juga dengan komunitasnya. Demokrasi itu kan kalau memilih sesuai dengan apa yang dia percaya, percaya kan bisa macam-macam percaya karena prestasinya, atau percaya karena ideologi, bisa percaya karena kesamaan agama, percaya masa depan, macam-macam pertimbangan orang, tidak cuma satu, tidak cuma visi dan misi tapi ada kebersamaannya, itu kita tidak bisa terka atau orang ini memilih karena apa, tapi tergantung apa yang dia percaya,” beber JK sapaan Jusuf Kalla.

Menurut dia, kemenangan itu pun membuktikan kasus dugaan penistaan agama diduga dilakukan Ahok tak mempengaruhi pemilih di sekitar markas FPI. “Oh iya, tentu memilih Ahok tidak percaya, mungkin saja percaya, bagi dia apa yang dilakukan, kalau pemilih berbagai faktor tidak satu faktor,” pungkasnya.

Diketahui, di TPS yang dekat dengan markas Front Pembela Islam (FPI) itu pasangan nomor urut dua Basuki T Purnama- Djarot Saiful Hidayat unggul dengan jumlah 278 suara. Sedangkan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno berada di urutan dua dengan perolehan sebanyak 212 suara.

Sementara pasangan Agus-Silvi paling buncit dengan perolehan 38 suara. Dengan demikian total jumlah suara yang masuk 532 dengan suara tidak sah 5.

Berikan Komentarmu