PDIP Berharap Koalisi Pemerintah Gabung Di Pilgub DKI Putaran 2

0
398

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan mengenai siapa saja dari poros Cikeas gabung ke koalisi pengusung Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat akan dipastikan pada 4 Maret mendatang. Arah koalisi akan dipastikan selepas KPU selesai mengumumkan hasil Pilkada serentak.

“Tidak elok jika KPU belum pengumuman sudah menyatakan dukungan, tanggal 4 Maret seluruh kerja sama partai sudah pasti,” ungkapnya dalam konferensi pers rapat konsolidasi dengan DPD PDIP se-Indonesia di Kantor DPP PDI, Selasa.

Menurut Hasto, kerja sama partai di tingkat nasional akan lebih bagus jika diikuti kerja sama di tataran Provinsi dan Kota. Kerja sama paling tinggi dalam Pilkada adalah dengan partai yang ada di dalam pemerintahan.

“Kerja sama kita paling tinggi di Pilkada adalah dengan partai yang ada di pemerintahan,” imbuhnya.

Komunikasi antarpartai, Hasto contohkan seperti komunikasi yang sudah dirinya lakukan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Golkar Idrus Marham yang sudah intens melakukan komunikasi dengan PPP dan PAN. “Idrus Marham sudah intens dengan PPP dan PAN,” paparnya.

Terkait komunikasi politik dengan Demokrat, Hasto mengaku sudah melakukannya. Namun, keputusan tetap akan diserahkan sepenuhnya ke Demokrat dengan pertimbangan strategis partai.

“Seperti dengan Demokrat saya sudah lakukan, kerja sama antar partai harus dengan pertimbangan strategis dari partai,” jelasnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Trimedya Panjaitan berharap partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan ikut mendukung Ahok-Djarot memenangkan Pilgub DKI. Khususnya, bagi partai yang kadernya mendapat kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Kan di pemerintahan sama, menterinya sama-sama dapat. Ya di pemerintahan DKI juga kami harap sama,” ujar dia.

Jika semua partai koalisi bersatu, dipastikan Trimedya kursi DKI akan lebih mudah dimenangkan Ahok-Djarot. Mengingat, setiap partai yang tergabung dalam koalisi memiliki massa untuk mendongkrak suara di Pilgub DKI nanti.

“Karena kalau itu terjadi, kalau parameternya pemilu 2014, kami hanya perlu 3-4 persen yang kami kerja. Partai pendukung kami tentu tahu dimana kantung-kantung suara mereka,” pungkas Trimedya.

Diketahui, PAN, PKB dan PPP yang merupakan pendukung Agus di Pilgub DKI mendapatkan jatah menteri di Kabinet Kerja. PAN 1 menteri, PKB 3 menteri dan PPP 1 menteri.

Berikan Komentarmu