Pengacara Yakin Ahok Tak Nistakan Agama Di Kepulauan Seribu

0
218

Penasihat hukum terdakwa dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama, Teguh Samudra menyakini kliennya tidak bersalah dalam kasus ini. Terbukti, dengan tingginya perolehan suara mantan Bupati Belitung Timur itu dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, salah satunya di Kepulauan Seribu.

Teguh mengatakan, jika masih banyak masyarakat Kepulauan Seribu yang percaya maka seharusnya dugaan penodaan agama ini tidak ada masalah. Karena dia meyakini Islam merupakan agama yang menjadi rahmat untuk sekalian umat.

“Buktinya pak Ahok menang di Kepulauan Seribu. Ini buktinya bahwa tidak menodai agama Islam. Bahwa ajaran agama itu ajaran mulia. Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada umatnya melalui Rasul supaya kita ikuti panuti dan jalankan. Agar jangan ada pertengkaran dan itu akan menjadi pedoman hidup kita,” kata Teguh di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Untuk itu, dengan dihadirkannya saksi ahli agama dalam persidangan ke-sebelas ini menjadi momen agar dapat mengklarifikasi pernyataan Basuki atau akrab disapa Ahok itu. Harapannya, saksi ahli yang merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, Yunahar Ilyas dan ahli hukum pidana MUI, Abdul Chair Ramadhan, tak hanya menilai dari sepenggal pernyataan saja.

“Akan kita tanya ke ahli agama apakah kalimat atau ucapan yang dikemukakan Ahok di Kepulauan Seribu adalah penodaan agama? Karena enggak bisa hanya satu kata itu saja. Tapi ada alinea sebelumnya, alinea sesudahnya, dan makna secara utuh itu apa,” tegasnya.

Teguh menduga, ada kepentingan khusus dalam pelaporan kepada Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama ini. Sebab kebanyakan saksi pelapor, hany mengetahui sepenggal pernyataan mantan Politisi Gerindra itu di Pulau Pramuka pada 27 September 2016 lalu.

“Jangan hanya sepotong kalimat saja. Saksi pelapor pun gak tahu sepotong itu dari mana diperolehnya dan kalimat sebelumnya gak tau. Ada kepentingan apa. Terbuktilah dengan pilkada ini Ahok di Kepulauan Seribu menang. Saya yakin deh tidak ada kita akan menodai agama,” tutupnya.

Untuk dapat diketahui dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan pada Rabu (15/2) lalu, Ahok mendapatkan perolehan suara tertinggi di Kepulauan Seribu. Pasangan calon nomor urut dua ini berada di posisi puncak dengan perolehan suara 39,3 persen.

Kemudian dua persaingannya, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono berada di urutan selanjutnya. Agus mendapatkan perolehan suara tertinggi kedua dengan 30,9 persen dan disusul Anies dengan perolehan suara 29,8 persen.

Berikan Komentarmu