Gerindra Sebut Tak Netral Jika Koalisi Jokowi Dipaksa Dukung Ahok

0
238

PDIP meminta kepada partai-partai Poros Cikeas yang juga menjadi bagian dari koalisi pemerintah untuk bergabung mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat. Terutama, bagi partai-partai yang memiliki jatah menteri di pemerintahan.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa menilai ajakan PDIP itu menunjukkan pemerintah ikut campur tangan memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua Pilgub DKI.

“Ya itu kan semakin memperjelas bahwa kekuasaan intervensi dan campur tangan,” kata Desmond kepada merdeka.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pernyataan politisi-politisi PDIP dinilainya sebagai bentuk ancaman kepada partai koalisi pemerintah yang memiliki jatah menteri jika tidak mendukung Ahok-Djarot. Desmond menyimpulkan dengan permintaan ini menunjukkan pemerintah tidak netral di Pilkada Serentak 2017.

“Ini kan memdeklarasikan bahwa ‘e ingetin kalian ya kalau tidak mendukung ini menteri-menterinya. Kan ini sama ngancam,” tegasnya.

“Berarti ini sudah sangat vulgar mendeklarasikan kekuasaan juga terlibat untuk kemenangan ini. Ini membuktikan Pilkada ini tidak netral,” sambung dia.

Sebelumnya, politikus PDIP Trimedya Panjaitan berharap partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan ikut mendukung Ahok-Djarot memenangkan Pilgub DKI. Khususnya, bagi partai yang kadernya mendapat kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Kan di pemerintahan sama, menterinya sama-sama dapat. Ya di pemerintahan DKI juga kami harap sama,” ujar dia.

Jika semua partai koalisi bersatu, dipastikan Trimedya kursi DKI akan lebih mudah dimenangkan Ahok-Djarot. Mengingat, setiap partai yang tergabung dalam koalisi memiliki massa untuk mendongkrak suara di Pilgub DKI nanti.

“Karena kalau itu terjadi, kalau parameternya pemilu 2014, kami hanya perlu 3-4 persen yang kami kerja. Partai pendukung kami tentu tahu dimana kantung-kantung suara mereka,” pungkas Trimedya.

Berikan Komentarmu