Perintah Kapolri Terkait Perhatian Khusus Untuk Pengamanan Raja Salman

0
217

Anggota Komisi III DPR Aboebakar Al Habsy meminta Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memberikan atensi serius terhadap pengamanan Raja Salman dan rombongannya selama di Indonesia.

Ini akan menjadi preseden dan marwah negara di dunia internasional.

“Saya berharap, Kapolri menurunkan pengamanan secara terpadu, yaitu pengamanan dari personel obyek vital yang ditambah dengan satuan pendukung lainnya,” kata Aboebakar melalui pesan singkat.

Aboebakar mengingatkan kedatangan Raja Salman adalah keberkahan buat Indonesia. Ia mengibaratkan kedatangan itu seperti seseorang yang menemukan minuman dingin di tengah padang pasir.

“Harus diakui bahwa Indonesia sedang membutuhkan likuiditas yang cukup banyak. Bahkan terakhir pemerintah sedang mencari dana segar sebanyak Rp 6 triliun melalui instrumen sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara,” kata Politikus PKS itu.

Kedatangan Raja Salman yang disebut membawa investasi sebanyak Rp 334 triliun, kata Aboebakar, seolah menjadi pelepas dahaga ditengah kehausan yang membuncak.

Baca: Perlengkapan Toilet untuk Raja Salman Dibeli di Jakarta Design Center

Menurut Aboebakar, nilai investasi yang sedemikian besar tentunya akan membuat Indonesia semakin segar. Namun ia berpesan, bila memang investasi 25 milyar dolar AS tersebut direalisasikan harus digunakan dengan baik dan benar, sebagai bagian dari amanah.

“Tak hanya soal investasi, kehadiran Raja Salman yang membawa rombongan besar hingga 1.500 orang ke Bali, juga merupakan peluang besar untuk mempromosikan industri wisata di Indonesia,” kata Aboebakar.

Aboebakar mengatakan kehadiran Raja Salman tersebut tentunya dapat menjadi pemicu kenaikan wisatawan dari Timur Tengah.

Selain itu pemberitaan kunjungan ini juga dapat menjadi promosi gratis ke berbagai negara di belahan dunia.

Oleh karenanya, Aboebakar meminta hal ini harus dimanfaatkan secara optimal, baik oleh Kementerian Pariwisata maupun pihak terkait lainnya.

Kehadiran Raja Salman, ia yakini didorong oleh semangat ukhuwah islamiyah yang dimilikinya.

“Pastilah beliau sangat memahami bahwa Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim sedang mengalami persoalan liquiditas. Karenanya beliau membawa investasi sangat besar yang sedang dibutuhkan oleh Indonesia,” kata Aboebakar.

Berikan Komentarmu