DPR Harap Bom Bandung Tak Buat Khawatir Kedatangan Raja Salman

0
219

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto meminta kepolisian mengusut tuntas identitas dan motif yang dilakukan pelaku peledakan bom panci di lapangan Pendawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat. Agus mendesak agar pelaku yang terlibat dihukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kita tentu kita perlakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan harus diselidiki apa latar belakang dan motif teroris ini. Semua harus jelas dan tentu kita mengambil langkah ke depan supaya lebih aman dan tidak terjadi lagi,” kata Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Agus mengaku tidak tahu ledakan bom panci tersebut berkaitan dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada (1/3) mendatang. Dia berharap kejadian ini tidak menimbulkan kekhawatiran bagi Raja Salman dan 1.500 rombongan lainnya.

“Ini kan baru ada, jadi barangkali begitu mendengar bisa saja menjadi bahan pertanyaan. Namun ini kan sekarang juga menuju kemari, mudah-mudahan tidak menjadikan sesuatu hal yang betul-betul kegundahan dan sebagainya,” jelasnya.

Imbas kejadian ini, Agus menilai perlu adanya pengetatan pengamanan secara profesional bagi rombongan Raja Salman. Apalagi, Raja Salman akan melawat ke sejumlah objek vital, seperti Istana Negara dan Gedung DPR/MPR.

“Tentu. Tanpa itu pun kita tetap meningkatkan keamanan apalagi yang datang Raja Salman dengan personel sampai 1.500. Tentunya diperlukan keamanan yang betul-betul ketat, profesional dan dapat menjaga keamanan untuk keseluruhan baik itu tamu atau objek vital yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, kunjungan Raja Salman merupakan agenda bersejarah bagi Indonesia. Terakhir kali, Raja Arab Saudi Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud berkunjung ke Indonesia pada 1970.

“Ini merupakan kunjungan kenegaraan yang sangat fantastis, bagus dan kita harus konsentrasi ke sana. Dan kita ketahui bahwa kunjungan raja dari Saudi Arabia ini sudah lama sekali berkunjung sekitar 47 tahun lalu dan ini akan jadi memorial bagi kita semuanya,” terang Agus.

Ditambah lagi, lawatan Raja Salman membawa misi yang positif bagi Indonesia. Di antaranya, kerjasama di bidang perdagangan, pemberantasan terorisme, investasi hingga masalah kouta haji bagi warga Indonesia.

“Kunjungan tersebut membawa misi-misi misalnya misi perdagangan, terorisme juga akan dibahas, tetapi juga masalah investasi juga akan dibahas dan juga masalah kuota haji. Walau sekarang ini sudah dinaikan, namun kekurangan masih mencolok,” jelas Agus.

“Sehingga kami berusaha bahwa kita bisa menaikan kuota haji tersebut. Dan juga hal-hal yang pernah terjadi seperti tragedi crane kemarin harus ditentutakan secara menyeluruh karena kita tahu ada yang belum tuntas,” tambah Agus.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini memuji kinerja Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh yang berhasil melobi pihak Arab Saudi untuk mengundang Raja Salman ke Indonesia.

“Kemudian memang direncanakan lagi, kemudian Raja Salman, dengan kelihaian dia (Agus Maftuh) betul-betul bisa terlaksana. Ini betul-betul sulit, menghadirkan beliau. untuk bertemu disana aja sulit, tapi kebetulan ini bisa terjadi dan semoga kita bisa memanfaatkan kunjungan itu,” pungkasnya.

Diketahui, polisi berhasil melumpuhkan pelaku peledakan bom di Kelurahan Arjuna Bandung. Pelaku ditembak mati karena melawan petugas. Sementara, satu terduga pelaku lain kabur menggunakan sepeda motor.

Berikan Komentarmu