Utusan PBB Apresasi Indonesia Perangi Kekerasan Terhadap Anak

0
169

Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Bidang Kekerasan terhadap anak, Marta Santos Pais menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Marta menjelaskan, pertemuan dengan Presiden tersebut dirinya mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya memerangi kekerasan terhadap anak. Dia mengapresiasi pemerintah Indonesia yang memiliki program khusus untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

Marta juga menjelaskan kedatangannya membawa misi khusus dari PBB dalam upaya memerangi kekerasan terhadap anak. Misi tersebut, kata dia, untuk membawa seluruh negara bebas dari kasus kekerasan terhadap anak.

“Kami memiliki ambisi untuk menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan untuk semua,” kata Marta di Kantor Presiden, Jakarta.

Marta menjelaskan pada bulan Juli mendatang akan ada pertemuan Global Partnership to End Violence Against Children di New York, Amerika Serikat. Ia berharap, Indonesia dapat membagikan program-program untuk memerangi kekerasan terhadap anak yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain.

“Kami berharap bahwa Juli mendatang akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan hasil usaha (memerangi kekerasan terhadap anak)” katanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Yembise menambahkan, Marta Santos Pais mengapresiasi regulasi dari pemerintah terhadap upaya memerangi kekerasan terhadap anak. Salah satu regulasi, kata dia, Kementerian saling melengkapi satu sama lain.

“Mereka sangat menghargai Bapak Presiden tentang proteksi terhadap anak yang telah dibuat oleh Bappenas dan kementerian terkait, kami semua. Mereka menggunakan itu menjadi model yang akan menginspirasi negara-negara lain untuk mengikuti model daripada kita,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menyebut langkah pemerintah diapresiasi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Untuk sektor pendidikan, lanjut Muhadjir, disampaikan pula adanya program khusus dalam upaya mencegah kekerasana terhadap anak.

“Kita punya peraturan-peraturan menteri yang diberlakukan di sekolah-sekolah supaya tidak terjadi kekerasan dan penyalahgunaan, pelanggaran seks terhadap anak-anak di sekolah,” katanya.

Berikan Komentarmu