Seluruh Pengurus GNPF Ikut Kawal Rizieq Syihab Di Sidang Ahok

    0
    211

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab akan menjadi saksi ahli dalam sidang penistaan agama ke-12 dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Guna memberi dukungan, massa dari GNPF-MUI memadati lokasi persidangan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

    Pengacara ACTA, Kapitra Ampera mengatakan seluruh pengurus GNPF MUI dan tim advokasi menghadiri sidang Ahok.

    “Seluruh pengurus GNPF dan tim advokasi datang ke sini untuk memberikan support kepada Habib Rizieq yang reprentasi dari masyarakat muslim untuk memberikan kesaksian ahli dalam sidang penodaan agama Islam,” ujar Kapitra di lokasi.

    Kapitra pun menyebutkan tak ada persiapan khusus yang disiapkan Rizieq dalam pemeriksaan hari ini.

    “Persiapan mengalir aja enggak ada persiapan apa-apa. Rizieq bawa otaknya. Dia orang yang berkualitas,” tegasnya.

    Sementara itu terkait seringnya tim penasihat hukum terdakwa Basuki alias Ahok yang kerap menolak saksi yang dihadirkan JPU, Kapitra menilai itu hanyalah strategi menghancurkan mental (mental breakdown) saja.

    “Itu mental break down, itu strategi aja dan tidak menentukan karena yang menentukan majelis hakim dan saksi ahli ini kebutuhan dari JPU yang membuktikan dakwaan. JPU kan berkewajiban membuktikan dakwaannya karena Ahok telah didakwa oleh JPU dan JPU berkewajiban membuktikan,” ungkap Kapitra.

    Kapitra pun mengaku tak ada kekhawatiran apapun dalam sidang yang menghadirkan Rizieq Syihab.

    “Tidak ada sama sekali kekhawatiran kenapa kita harus khawatir kita kan representasi dari masyarakat muslim. Kan dari pada 7 juta masyarakat muslim datang lebih baik kami mewakili sehingga kita bisa sampaikan ke umat bahwa persidangan berjalan dengan adik dan transparan,” jelasnya.

    Kapitra pun menyebut dalam pemeriksaan kali ini pihaknya tak memiliki pendukung yang akan berunjuk rasa hari ini.

    “GNPF enggak punya pendukung yang ada umat muslim yang ternodai dan datang memberikan apresiasi perjuangan GNPF. Saya tidak tahu itu. Pasukan ini bukan tentara polisi, Kita hanya punya moralitas intelektualitas peradaban dan perdamaian,” tutupnya.

    Berikan Komentarmu