Menanti Keputusan Agus Yudhoyono Memilih Ahok Atau Anies Baswedan

0
484

Putaran kedua Pilgub DKI 2017 telah dimulai. Pasangan Ahok- Djarot dan Anies-Sandi mulai kembali berkampanye pada 7 Maret hari ini.

Ahok dan Anies lolos ke putaran kedua dengan persaingan yang ketat, hanya berbeda 167.244 suara. Di atas kertas, limpahan suara Agus-Sylvi yang tak berhasil lolos, sebanyak 937.955 suara akan sangat menentukan pemenang.

Hingga kini, partai pengusung Agus-Sylvi, yakni Demokrat, PKB, PAN dan PPP secara resmi belum menentukan arah politik di putaran kedua. Baru PAN yang secara tegas konsisten menolak dukung Ahok, tapi belum ambil sikap resmi.

PPP dan PKB masih membuka peluang mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi. Dari kedekatan politik nasional, PPP dan PKB sangat berpeluang merapat bersama PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura dukung Ahok.

Tinggal tersisa Demokrat. Di kancah nasional, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memilih jalan tengah, netral alias penyeimbang. Partai berlogo Mercy ini juga belum tentukan sikap dukungan. Namun, bandul politik sudah diserahkan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Yang (kemarin) maju kan mas Agus Yudhoyono. Dia yang berjuang di depan, jadi perolehan yang 17 persen yang didukung partai koalisi tentu pada akhirnya partai akan berikan pandangan, tapi Agus Harimurti yang menentukan,” kata salah satu petinggi Demokrat Syarif Hasan di Wisma Proklamasi, Senin (6/3) kemarin.

Penentuan sikap Agus Yudhoyono ini yang paling dinanti. Apakah putra sulung SBY ini akan membawa suara 900 ribu di putaran pertama kepada Ahok atau Anies.

Merunut ke belakang, hubungan Agus dan Ahok bisa dibilang yang paling tegang. Saling serang dan sindir terjadi antar keduanya. Ahok kerap mengkritisi Agus soal kampung apung dan program Rp 1 Miliar per RW yang bisa bikin warga dipenjara.

Agus pun kerap mengungkit sikap keras Ahok yang pernah memaki seorang ibu yang mengeluh tentang KJP. Agus juga pernah menyindir Ahok pemimpin yang selalu curiga pada warganya sendiri. Agus nilai karakter Ahok yang senang memaki tak akan bisa diubah.

Sementara pertarungan dengan Anies tidak terlalu keras. Anies hanya mengkritisi tentang pengalaman Agus yang tak pernah berada di pemerintahan. Sebaliknya, Agus mempertanyakan konsistensi Anies yang saat Pilpres 2014, di kubu Jokowi melawan Prabowo. Namun sekarang mau diusung Prabowo sebagai cagub.

Pasca kalah, Agus pun telah berkomunikasi langsung dengan Ahok maupun Anies. Agus mengakui kekalahannya dan telah mengucapkan selamat kepada Ahok dan Anies.

Demokrat masih menjalin komunikasi politik dengan poros Cikeas yang mengusung Agus-Sylvi di putaran pertama. Tapi sifatnya hanya normatif dan tidak ada kesepakatan untuk kembali bersama di putaran kedua Pilgub DKI.

“Tidak ada komitmen khusus terkait putaran kedua,” kata Syarif Hasan lagi.

Berikan Komentarmu