Jokowi Sebut Orang Miskin Lebih Pilih Beli Rokok Ketimbang Makanan Sehat

0
208

Presiden Joko Widodo mengatakan masalah pertambakauan di Indonesia harus dilihat dari dua aspek. Pertama, yaitu berkaitan dengan kepentingan melindungi kesehatan bagi setiap warga. Kedua, untuk melindungi kepentingan masa depan generasi penerus bangsa.

Jokowi, sapaan akrabnya, telah mendapatkan informasi bahwa rokok menempati peringkat kedua konsumsi rumah tangga miskin. Bahkan rumah tangga miskin lebih memilih belanja rokok dari pada belanja makanan bergizi.

“Dana yang dikeluarkan untuk tembakau 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran telur, susu, 4,2 kali dari pengeluaran beli daging, 4,4 kali dari biaya pendidikan, dan 3,3 kali lebih besar daripada biaya kesehatan,” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas membahas masalah pertembakauan di Kantor Presiden, Jakarta.

Jokowi mengatakan, hal tersebut berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Apalagi, konsumsi produk tembakau dengan jumlah yang tinggi juga menyebabkan tingginya biaya kesehatan yang harus ditanggung negara masyarakat.

“Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, tahun 2015, lebih dari 50 persen biaya pengobatan dihabiskan untuk membiayai penderita penyakit tidak menular yang salah satunya disebabkan konsumsi rokok dan paparan asap rokok,” kata Jokowi.

Terkait masalah pertembakauan, Kepala Negara juga meminta yang perlu diperhatikan adalah kelangsungan hidup para petani tembakau. Sebab itu, ia meminta laporan dari Menteri Pertanian terkait langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani tembakau.

“Saya juga minta laporan Menteri Tenaga Kerja mengenai kondisi ketenagakerjaan dan perlindungan bagi pekerja pabrik di industri hasil tembakau,” ujarnya.

Berikan Komentarmu