Saling Sindir Sandiaga Dan Djarot, Kali Ini Soal Peci

0
333

Cawagub nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, mengubah penampilannya di Pilkada DKI Jakarta putaran 2. Djarot yang sebelumnya tak menggunakan peci, kini memakainya. Padahal ciri khas peci sudah lebih dulu dipakai pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Saat dimintai tanggapannya, Sandiaga mengaku tak masalah. Setengah menyindir, Sandiaga mengatakan dengan penampilan baru itu, Djarot dinilainya mengakui bahwa peci ciri khas identitas Indonesia identitas Nusantara.

“Alhamdulillah pak Djarot terinspirasi, akhirnya mengakui bahwa peci itu adalah representasi nusantara kebangsaan kita semua foto dari pimpinan bangsa kitakan gunakan peci. Penggunaan peci itu sarannya Mas Didit, putra Pak Prabowo yang merupakan desainer internasional yang pusatnya di Paris,” kata Sandiaga di sela kunjungannya di Cianjur.

Sandiaga mengatakan, bersama Anies dirinya tak terganggu dengan penampilan baru Djarot. Dia tetap yakin, masyarakat akan memilih penampilan pasangan yang konsisten.

“Saya rasa masyarakat cerdas kok, mana yang baru pakai peci. Mana yang pecinya yang kelihatan yang memang memakai peci sebagai hal yang konsisten, mana yang ikut- ikutan kelihatannya,” sambungnya.

Padahal dulu, kata dia, pemakaian peci pernah membuat mereka diprotes karena dianggap milik suatu agama.

“Kami dituduh seperti itu tapi kami tidak menanggapi. Dia bilang, Mas Anies dan Bang Sandi ini auranya keluar kalau pakai peci akhirnya kita coba pakai peci dan dia bilang ini adalah ciri bangsa nggak kepikir sama sekali malah dikaitkan ke SARA justru kami justru baca di sosmed belakangan bahwa itu kita dituduh seperti,” kata Sandiaga.

Ditambahkan Sandiaga, berubahnya penampilan Djarot akan mengubah tagline mereka di hari pencoblosan 19 April mendatang. Sebab selama ini, mereka memakai tagline ‘coblos pecinya’ untuk menggambarkan ciri khas mereka di surat suara.

“Mesti cari tagline baru. Yah baju putih mungkin kecuali Pak Djarot ganti juga bajunya putih, saya belum lihat tapi kalau baju putih yang jadi ciri khas kita mungkin kita arahkan ke baju putih tapi nomor tiga yang jelas,” kelakar Sandiaga.

Saling sindir Sandiaga dan Djarot bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, saling sindir keduanya bermula saat Djarot membandingkan Sandiaga dengan Ahok yang selalu hadir pada sidang kasus penistaan agama tiap Selasa. Sandiaga tak memenuhi panggilan polisi terkait kasus penggelapan karena harus melaporkan hartanya ke KPK.

“Ini perseteruan dua orang super kaya, mungkin Pak Djarot enggak ngerti kasusnya, kasihan juga komentar sesuatu hal yang dia tidak mengerti, tapi itu sah-sah saja, namanya berkampanye,” sindir Sandiaga.

Berikan Komentarmu