Ahli Psikologi Nilai Polisi Gegabah Dalam Kasus Ahok, Ini Alasannya

0
340

Ahli psikologi sosial Risa Permana Deli menilai, proses hukum kasus dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, gegabah.

Sebab, kasus itu hanya melihat transkrip ucapan saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu sebagai bukti.

“Saya pikir, polisi terlalu gegabah menjadikan transkrip sebagai alat bukti,” kata Risa saat menjadi saksi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Dosen Universitas Indonesia ini mengatakan, suatu kesalahan terdakwa dengan hanya berdasarkan transkrip kurang tepat. Transkrip tidak serta merta menunjukkan keadaan sebenarnya saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu.

“Kalau mau dijadikan alat bukti, harusnya transkrip disertakan dengan reaksi masyarakat dan kondisi sekitar,” kata Risa.

Ia juga menyayangkan Ahok yang selama ini dilihat dari sisi bagian kecil saja. Warga maupun penegak hukum harusnya bisa menilai kasus ini dari skup yang lebih luas.

“Makanya saya bisa katakan tuduhan ini tidak valid. Kalimat yang diambil hanya sedikit saja. Makanya saya bilang kasus ini terlalu sumir,” kata Risa.

Menurutnya, jika ingin menggali kasus ini lebih dalam, maka pengak hukum hendaknya menggali dari awal kenapa Ahok bisa mengucapkan Surat Al Maidah.

“Anda harus melihat kenapa ia merujuk surat tersebut. Siapa yang pernah mengucapkan jangan pilih saudara Basuki Tjahaja Purnama karena agama?” Kata Risa.

Berikan Komentarmu