Berkunjung Ke Indonesia, Presiden Francos Hollande: RI-Prancis Kekuatan Besar Demokrasi

0
160

Presiden Republik Prancis Francois Hollande mengatakan kunjungannya ke Indonesia merupakan kunjungan bersejarah. Sebab, Presiden Prancis terakhir kali datang ke Indonesia pada 30 tahun lalu.

Maka dari itu, dia mengaku merasa terhormat dapat berkunjung ke Indonesia. Terlebih, kata dia, Indonesia dan Prancis merupakan negara yang memiliki kekuatan besar dalam hal demokrasi.

“Merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab saya karena kedua negara kita merupakan kekuatan besar demokrasi,” kata Hollande dalam pernyataan pers bersama Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Hollande menambahkan, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi banyak hal yang dibicarakan. Salah satunya tentang forum G20. Dia mengapresiasi Indonesia yang menaruh pasukan perdamaian di Libanon.

“Saya menerima dengan baik adanya pasukan perdamaian Indonesia di Libanon. Sehingga komitmen kita berdua adalah komitmen global. Melalui perundingan, konflik bisa diselesaikan,” ujarnya.

Hollande menjelaskan, dalam pertemuan juga disepakati kerjasama yang lebih intensif di bidang perikanan, prasarana transportasi dan yang bersangkutan dengan energi terbarukan.

Presiden Jokowi juga menyambut kedatangan Hollande yang memboyong sekitar 40 pengusaha dan membawa investasi sekitar USD 2,6 miliar.

“Saya menghargai kunjungan Presiden Hollande kali ini disertai sekitar 40 pengusaha dan saya menyambut baik komitmen baru investasi pengusaha Prancis sekitar USD 2,6 miliar untuk meningkatkan kerjasama di bidang energi, di bidang infrastruktur dan di bidang retail,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, kedatangan Presiden Hollande juga telah disepakati kerjasama yang fokus dalam bidang maritim dan ekonomi kreatif. Bidang maritim, Indonesia dan Prancis sepakat untuk memerangi kegiatan perikanan ilegal. Sementara, dalam bidang ekonomi kreatif, kedua negara sepakat bekerjasama dalam bidang sinematografis, perfilman, fashion dan ekonomi digital.

Selain kerjasama bilateral, lanjut Jokowi, Indonesia dan Prancis juga melakukan kerjasama di berbagai isu internasional. Antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia dan melawan ekstremisme dan terorisme.

Kedua negara juga sepakat untuk terus memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep two-state solution dan sebagai negara penyumbang terbanyak pasukan perdamaian dunia, maka Indonesia dan Prancis sepakat pula untuk meningkatkan kerjasama, termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia.

“Indonesia dan Prancis juga sepakat mengenai pentingnya penyebaran nilai-nilai toleransi dan penghilangan xenophobia sebagai bagian dari upaya memberantas ekstremisme dan terorisme,” kata Jokowi.

Dalam pertemuan, Indonesia dan Prancis juga melakukan lima nota kesepahaman, yakni di bidang pembangunan urban berkelanjutan, bidang pariwisata, bidang pertahanan, bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta pertukaran tenaga peneliti. Nota kesepahaman ditandatangani oleh lima menteri terkait dari kedua negara.

Berikan Komentarmu