Cara Megawati Ubah Gaya Bicara Dan Tutur Kata Ahok

0
182

Belum lepas dari ingatan kita, hubungan antara Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat memanas sebelum Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Penyebabnya, Ahok mendesak Megawati untuk mengusungnya bersama Djarot Saiful Hidayat. Ditambah saat Ahok menyebut adanya mahar jika maju menjadi calon kepala daerah melalui jalur partai.

Tapi itu cerita lalu. Kini keduanya selalu tampil kompak, bahkan saling memuji. Itu terjadi setelah Megawati merestui dukungan untuk Ahok-Djarot di Pilgub DKI. Bahkan Megawati langsung turun gunung memenangkan Ahok-Djarot. Megawati juga berada di belakang Ahok saat dia diterpa kasus penistaan agama.

Di sejumlah kesempatan, berulang kali Mega menceritakan upayanya mengubah sikap Ahok yang selama ini dinilai publik terlalu keras karena gaya bicaranya yang ceplas ceplos. Bahkan ada juga yang menyebutnya arogan. Salah satu cara Mega mengubah sikap Ahok dengan tak bosan mengingatkan agar Ahok memperhatikan gaya bicara dan tutur kata. Ini perlu diperhatikan agar ucapan Ahok tidak jadi polemik lagi. Sebagai pejabat negara, Ahok akan terus disorot baik sikap dan perkataan.

“Sama Pak Ahok saya suka bilang, Sudahlah jangan cerewet lah. Sekarang kan kamu (Ahok) kena tv terus, ” ungkap Megawati di Menteng, Jakarta Pusat.

Mega menceritakan, setelah menyampaikan pesan itu, Ahok justru meminta diajari cara bertutur kata yang baik dan sopan. Mega tak segan mengajari dengan bahasa jawa.

“Jadi, bagaimana Bu?” kata Mega menirukan Ahok.

“Bilang gini, ‘kulo nuwun’ terus kalau mau ngomong minta maaf. Maaf ya, ‘nuwun sewu ya’, begitu,” ujar Mega.

Presiden RI ke-5 itu memberi catatan khusus kepada Ahok. Mega terus memantau setiap kali Ahok tampil di depan umum. Termasuk saat Ahok tampil dalam debat publik Pilgub DKI. “Kemaren, saya lihat waktu debat. Alhamdulillah,” kata Mega.

Tak hanya kali ini saja Mega mengajari Ahok untuk berhati-hati dalam tutur kata. Megawati melihat setiap pernyataan Ahok selalu jadi sentimen negatif. Megawati sempat meminta Ahok berhenti melayani permintaan wawancara wartawan, lantaran pernyataannya kerap menimbulkan polemik.

“Saya bilang ke Pak Ahok kalau ada doorstop tidak usah ngomong, karena itu titipan dari wartawan-wartawan yang ada, yang dimasukannya negatif terus,” ujar Megawati.

Sambil bercanda Megawati menilai tutur kata Ahok yang ceplas ceplos sangat mencerminkan warga Bangka Belitung. Hal ini juga pernah disampaikan Mega ke Presiden Joko Widodo. Ahok yang duduk di sebelah Megawati hanya tersenyum mendengar pernyataan Megawati tersebut.

“Banyak orang berikan sentimen emosional katakan Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan. Kalau saya sampai bilang ke tingkat Presiden Pak Jokowi, ‘Kalau Pak Ahok mulutnya enggak begitu dia bukan orang Bangka,” kata Megawati.

Ahok mengakui kini lebih berhati-hati dalam bicara. Namun kehati-hatiannya ini bukan dikarenakan larangan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Putri Presiden Soekarno itu hanya memintanya lebih cermat.

“Nggak lah (dilarang), Bu Mega cuma ngomong hati-hati aja, kaya kamu (wartawan) nanya-nanya melulu,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, dirinya tidak ingin dirinya dianggap irit bicara. Sebab dia hanya ingin fokus bekerja melayani masyarakat. Alhasil pertanyaan yang akan ditanggapinya hanya mengenai program Pemprov DKI Jakarta.

“Nggak (irit bicara) juga, orang kita kerja kok udah mau cuti tinggal setahun. Puasa ngomong gimana? Gue dateng ngomong melulu sama kalian,” terangnya.

Bagaimana hasilnya? Saat berkampanye di rumah Lembang pada November 2016, di hadapan massa pendukungnya, Ahok mendeklarasikan diri telah mengubah gayanya. Ahok memilih menjadi pelawak yang bisa menghibur orang daripada harus marah-marah. Dia mencoba meyakinkan warga DKI bahwa Ahok sudah tidak seperti dulu.

Ahok mendadak berubah menjadi orang Jawa. Ahok mulai belajar menggunakan bahasa Jawa. Mulai dari matur nuwun, sampai sugeng ndalu. Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku telah mendapatkan masukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Orang yang mau baik itu harus bisa belajar dari kesalahan. Saya sudah Jawa banget kok sekarang. Ngomong aja matur nuwun,” kata Ahok saat bertemu pendukungnya di Rumah Lembang, kemarin.

Ahok kembali bicara menggunakan bahasa Jawa ketika mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya saat kampanye terakhir di JIExpo. Dengan alasan sudah berubah menjadi pribadi lebih baik, Ahok meminta kepercayaan seluruh warga Jakarta agar dia bisa kembali dipercaya menjadi Gubernur DKI untuk lima tahun ke depan.

“Saya kalau dipercaya satu periode lagi maka saudara-saudara akan lihat Basuki. Makanya saya mau sampaikan hatur nuhun. Terima kasih,” kata Ahok di JIExpo.

Saat bertemu tim pemenangan, relawan, dan kader partai politik pendukungnya, Ahok kembali bicara dengan bahasa Jawa. Ahok mengucapkan terima kasih atas dukungan relawan dan tim pemenangan.

“Terus saya enggak bisa ngomong. Akhirnya saya jalan sendiri, pergi suka-suka. Eh ketemu lagi yang mengadang. Untung Pak Djarot bilang lawan saja. Ini saya sekarang jadi matur nuwun,” ucap Ahok.

Ahok berusaha berubah dari awalnya sering bertutur kata kasar menjadi lebih baik. Mantan politisi Partai Gerindra ini kembali berujar dengan bahasa Jawa. “Makanya saya tutup dengan mengakhiri matur suwun, sugeng ndalu,” tutupnya.

Berikan Komentarmu