Ahok Minta Saksi Luruskan Fitnah Soal Tukang Gusur Dan Musuh Islam

0
233

Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) memberikan pembekalan terhadap saksi untuk putaran kedua Pilkada DKI. Dia berharap mereka tak hanya berperan sebagai saksi, namun mampu juga meluruskan isu maupun fitnah.

Kepada puluhan ribu saksi, Ahok mencontohkan dirinya kerap mendapatkan fitnah selama Pilkada DKI, seperti ingin melakukan penggusuran di sejumlah daerah. Padahal, kata Ahok, penggusuran hanya dilakukan untuk daerah-daerah yang berada di dekat sungai.

Selain itu, ada juga fitnah menyebutkan alasan Ahok menggratiskan PBB sebagai imbalan dari penggusuran. Ahok meminta para saksi meluruskan hal tersebut.

“Ada oknum tertentu fitnah ke bawah mengatakan itu bukti Ahok mau menggusur kalian PBB dinolkan. Nah kita perlu jelaskan kalau tidak mau ganti uang itu NJOP yang dinolkan. Ini NJOP nilainya tetap sudah dihitung PBB berapa baru dinolkan itu namanya diskon, nah jadi isu ini mereka mesti tahu,” kata Ahok saat beri pembekalan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ahok menegaskan hanya melakukan penggusuran terhadap daerah yang berada dekat sungai yang menjadi penyebab banjir. Mereka yang digusur, lanjut Ahok, tak pula ditelantarkan begitu saja. Namun, dipindahkan ke rumah susun. Lewat penggusuran tersebut titik banjir dapat berkurang.

“Yang saya gusur itu kan yang di dalam sungai, coba bapak-ibu merasa enggak? Banjir dari 220 titik tinggal 80 titik,” katanya.

Ahok juga berharap saksi dapat meluruskan fitnah yang menyebut dirinya sebagai sosok yang dipersepsikan sebagai musuh Islam. Padahal, kata Ahok, dirinya merupakan sosok yang memiliki perhatian lebih bagi umat muslim.

“Ahok benci Islam, musuh Islam, itu juga dipakai. Musuh Islam, benci Islam masa hajiin orang dan umrohin orang? Itu juga hal yang enggak masuk akal, ya enggak? Gimana orang bisa benci tapi bangun masjid,” kata Ahok.

Dalam acara pembekalan tersebut, turut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua DPD DKI Partai Golkar Fayakhun Andriadi dan Ketua Korbid bidang Polhukam Partai Golkar, Yorrys Raweyai. Mereka kompak mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna kuning-hitam.

Berikan Komentarmu