Beri Dana Kampanye Rp 16 M, Sandi Sebut Uang Halal Keringat Sendiri

0
264

Selama masa kampanye putaran kedua Pilgub DKI, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengeluarkan dana Rp 17,9 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 89 persen berasal dari kantong pribadi Sandiaga Uno sebagai cawagub DKI Jakarta. Sandiaga mengaku, dana kampanye Rp 16 miliar tersebut murni hasil keringatnya sendiri.

“Yang dari saya, semua dari saya sendiri,” kata Sandiaga di Jakarta.

“Kami kedepankan bahwa ini dari hasil usaha saya sendiri, hasil keringat sendiri, uang halal yang saya gunakan untuk membantu agar proses demokrasi kita lebih baik ke depan,” sambungnya.

Jumlah rinci pengeluaran dana kampanye telah dilaporkan kepada KPU DKI Jakarta. Sandiaga mengklaim, laporan pengeluaran dana kampanye timnya paling transparan dibandingkan lawan politiknya.

“Ini paling transparan dan kami tidak gunakan akun-akun lain untuk membungkus sumbangan dari pengusaha-pengusaha besar,” ungkap Sandiaga.

Tak hanya itu, dia juga mengklaim sebagai satu-satunya calon kepala daerah yang melaporkan LHKPN dua kali selama proses Pilgub DKI Jakarta. Padahal hal tersebut tak diharuskan oleh pihak penyelenggara pemilu.

“Saya satu-satunya calon kepala daerah yang memasukkan LHKPN dua kali, putaran pertama maupun putaran kedua, walaupun tidak ada keharusan,” ucapnya.

Sebelumnya, Selama masa kampanye putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, Anies-Sandi menghabiskan Rp 17,9 miliar. Melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, tim sukses Anies-Sandiaga mengumpulkan dana kampanye Rp 18 miliar.

Dana itu diperoleh dari Sandiaga sebagai donatur terbesar yakni Rp 16 miliar atau hampir 89 persen. Dana kampanye juga datang dari badan hukum swasta sekitar Rp 1,5 miliar atau 8 persen. Dan, saldo awal dana kampanye sekitar Rp 553 juta.

Dana itu digunakan untuk penyebaran bahan kampanye sebesar Rp 4 miliar, iklan sebesar Rp 250 juta, pertemuan tatap muka sebesar Rp 1 miliar, pertemuan terbatas Rp 50 juta. Untuk kebutuhan peralatan kampanye, tim Anies-Sandi merogoh Rp 10 juta, dana operasional sebesar Rp 830 juta. Pengeluaran terbesar untuk kegiatan lain yang nilainya Rp 10 miliar.

Kegiatan lain yang dimaksud adalah konsolidasi penguatan struktur partai pengusung yang membutuhkan dana Rp 7,9 miliar, penguatan relawan Rp 146 juta, koordinasi dan pelatihan relawan sebesar Rp 2 miliar, dan untuk kebutuhan survei Rp 440 juta.

Berikan Komentarmu