Kubu Ahok Bantah Bagi-Bagi Sembako

0
224

Tim pemenangan pasangan calon nomor urut dua Pilkada DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat menepis tudingan tim pasangan calon nomor urut dua, Anies-Sandiaga terkait politik bagi-bagi sembako. Secara tegas mereka membantah menggunakan program tersebut untuk mendulang suara bagi jagoannya.

Sekretaris tim pemenangan Basuki-Djarot, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya tidak pernah memiliki program bagi-bagi sembako. Bila ada yang mengatasnamakan pasangan petahana, pihaknya mempersilakan diselesaikan dengan hukum yang berlaku.

“Jadi kami tegaskan, program sembako itu bukan bagian dari tim pemenangan Basuki dan Djarot. Jadi kalau ada pihak-pihak yang selama ini mengaku silakan saja diusut oleh Bawaslu,” katanya di Lapangan Lingkar Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Pihaknya juga mengaku kesulitan menelusuri jejak pihak-pihak yang mengatasnamakan Basuki-Djarot dalam bagi-bagi sembako. Karena itu politisi Golkar ini menyerahkan proses pengusutan kepada pihak yang berwenang.

“Kita kan susahnya mereka mengatasnamakan simpatisan. Jadi kita susah sekali untuk mengidentifikasikan, betul atau tidak yang bersangkutan dari tim atau simpatisan kita. Tapi yang jelas dari tim kita tidak ada. Ini di luar struktur kita” tegasnya.

Ace meminta kepada pihak berwenang seperti Bawaslu dan kepolisian mengusut program bagi-bagi sembako itu. “Silakan pihak keamanan atau Bawaslu menindak tegas siapapun pihak yang membagikan sembako,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris tim pemenangan Anies-Sandiaga, Syarief menyayangkan momen masa tenang jelang masa pencoblosan diwarnai sejumlah pelanggaran. Salah satunya aksi bagi-bagi sembako untuk mendukung salah satu paslon.

“Ternyata masuk masa tenang ada indikasi kuat tentang dugaan pelanggaran pilkada, pertama soal sembako dan kedua masalah suket (surat keterangan),” kata Syarief di Posko Pemenangan Anies Sandi Jalan Cicurug No 6, Jakarta Pusat.

Syarief menuding sembako itu dibagikan kubu Ahok-Djarot di setiap kantong-kantong suara kemenangan Anies-Sandi saat putaran pertama. Syarief secara tegas menyebut pelakunya relawan pasangan calon nomor urut dua, Ahok-Djarot. “Pelakunya berbaju kotak-kotak dan menyebut relawan,” ucap Syarief.

Anggota DPRD DKI Jakarta ini mengaku telah melaporkan tiga pelanggaran pemilu kepada Panwaslu DKI Jakarta. Dia berharap Bawaslu bisa menindak pembagian sembako yang semakin massif. Sebab pembagian sembako merupakan bentuk pembodohan kepada masyarakat. “Sembako ditahan dan dibagikan ke yatim piatu setelah pencoblosan,” ucap Syarief.

Berikan Komentarmu