Isu-Isu Bagi Sembako Bikin Ahok-Djarot Kalah Di Pilgub DKI?

0
196

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, berhasil mengungguli pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat versi hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Isu pembagian diduga menjadi faktor kekalahan Ahok-Djarot.

Hal itu diungkapkan peneliti LSI Rully Akbar. Dia mengatakan faktor kekalahan Ahok-Djarot dikarenakan rumor pembagian sembako oleh pendukung dan simpatisan di sejumlah daerah di Jakarta. Tudingan bagi-bagi sembako itu ternyata merusak citra Ahok-Djarot sebelumnya dinilai bersih dan jujur.

“Faktor gerilya sembako yang dilakukan oleh simpatisan pasangan ahok- djarot yang akhirnya menjatuhkan sendiri atau menjadi blunder besar bagi pasangan Ahok Djarot,” kata Rully di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta.

Faktor lainnya, kata dia, masyarakat masih terpengaruh ucapan Ahok soal surat Al-Maidah ayat 51 dihubungkan dengan Pilgub DKI. Rully menilai warga mencap pernyataan Ahok itu sebagai bentuk penistaan agama meski proses hukum di pengadilan masih berjalan.

“Isu penistaan agama, jadi memang mayoritas manusia di atas 50 persen menganggap Basuki Tjahaja Purnama dengan pernyataan kemarin soal Al Maidah 51 adalah salah satu penistaan agama,” tegasnya.

LSI menemukan tren sebagian besar warga Jakarta ingin adanya pemimpin baru ibu kota. Termasuk, warga Jakarta ogah dipimpin seorang terdakwa penista agama.

“Kedua juga adalah mayoritas publik di atas 50 persen juga menginginkan gubernur baru. Ketiga adalah soal pemilih tidak ingin dipimpin oleh gubernur yang berstatus sebagai tersangka itu semua di atas 50 persen dari hasil temuan rilis-rilis kita sebelumnya,” terang Rully.

Kemenangan Anies-Sandi, kata Rully, juga tak lepas dari efek Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jelang tahapan pencoblosan, Prabowo disebut merilis sejumlah video menyangkut isu-isu kebangsaan, keragaaman dan keamanan.

“Prabowo di akhir dua minggu terakhir Prabowo merilis video-videonya yang memberikan pernyataan-pernyataannya yang bersifat kebangsaan. Lalu isu keragaman baru juga stabilitas politik lalu juga membuat stabilitas keamanan,” jelasnya.

Pernyataan Prabowo dimuat dalam video itu ternyata berhasil merebut hati pemilih Ahok-Djarot untuk memilih Anies-Sandiaga. Masyarakat percaya jika Anies-Sandiaga memimpin, stabilitas politik, ekonomi dan keamanan akan terjaga dengan baik.

“Akhirnya mereka make sense bahwa dengan stabilitas politik yang baik dan stabilitas keamanan yang baik akhirnya bisa menciptakan ekonomi yang baik juga untuk DKI Jakarta,” pungkas Rully.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil perhitungan cepat putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Berdasarkan data 100 persen pada pukul 17.35 WIB, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil mengungguli pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Pasangan Anies-Sandiaga memperoleh suara sebesar 57,67 persen berbanding suara pasangan Ahok-Djarot 42,33 persen

“Hasil 42,33 persen untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dan untuk Anies Baswedan sandiaga Uno sebanyak 57,67 persen,” kata Peneliti LSI, Rully Akbar.

Berikan Komentarmu