Ini Penjelasan Gubernur Jabar Disentil Jokowi Soal Pengangguran

0
187

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan merespon sentilan Presiden Joko Widodo terkait meningkatnya jumlah pengangguran di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dikantongi Jokowi, pengangguran di Jawa Barat meningkat 0,17 persen dari tahun 2015 hanya 8,72 persen menjadi 8,89 di 2016.

“Di Jabar (Jawa Barat) selalu fluktuatif situasi (pengangguran) nya, karena Jabar adalah daerah yang selalu diburu oleh berbagai orang,” dalih Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Aher, tingkat pengangguran di Jabar meningkat setelah Ujian Nasional. Bukan tanpa alasan, sebab pelajar yang sudah melewati Ujian Nasional mulai mencari pekerjaan.

“Pada saat sudah lulus SMA/SMK, mereka menjadi angkatan pencari kerja dan sudah dicatat menjadi pengangguran kalau belum punya pekerjaan,” kata Aher.

“Ini yang seringkali meningkat karena tidak serta merta lulus sekolah langsung dapat pekerjaan apalagi pekerjaan di Jabar pada berebut. Luar Jabar juga berebut di Jabar karena 53 persen industri manufaktur di Jabar,” sambung dia.

Sekitar bulan Januari hingga Juni, kata Aher, angka pengangguran di Jabar menurun. Kemudian dari Juli hingga Desember meningkat kembali.

“Memang pada dasarnya jumlah angkatan kerja selalu bertambah bersamaan dengan tambahnya lulusan SMA/SMK,” terang dia.

Aher mengingatkan, kendati angka pengangguran di Jabar pada 2016 meningkat, namun dalam waktu bersamaan angka kemiskinan malah menurun dari 9 persen menjadi 8,77 persen.

“Perlu dicatat, kemiskinan menurun tajam. Pada 2015, masih di angka 9 sekian persen, sekarang 8,77 persen. Jadi ada sedikit kenaikan di pengangguran terbuka 8,72 naik ke 8,89 kemudian saat yang sama kemiskinan justru turun. Mudah-mudahan ini trennya positif karena tenaga kerja terdidik akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” paparnya.

Berikan Komentarmu