Polisi Akan Konfrontir Rizieq & Firza Husein Soal Chat Berbau Porno

0
195

Pengembangan kasus yang menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab akhirnya memulai babak baru. Polri berencana mengirimkan surat permintaan red notice untuk Rizieq Shihab ke Interpol. Red notice dikirimkan Polri lantaran Rizieq beberapa kali mangkir dari pemeriksaan penyidik dan diketahui tengah berada di luar negeri.

Kabid Humas Mabes Polri Kombes Pol Raden Prabowo Argo Wuyono mengatakan, polisi akan terus menyelidiki kasus dugaan chat berbau porno antara pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab dengan Firza Husein. Menurut Argo, pihaknya berencana mengkonfrotir Rizieq dengan Firza soal kasus tersebut.

“Iya nanti kita konfrontir, nanti Ibu Firza kami agendakan, penyidik akan mengevaluasi apakah akan bersama-sama atau enggak,” kata Argo di Polda Metro Jaya.

Polisi berharap Rizieq memenuhi panggilan penyidik agar kasus tersebut menjadi terang benderang. Argo menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan pemanggilan kedua kepada Habib Rizieq melalui pengacaranya di rumah pimpinan FPI tersebut.

“Jadi mungkin saya jelaskan dulu untuk pemangilan yang kedua. Jadi pada hari Senin itu penyidik datang ke Petamburan ke rumahnya. Bertemu dengan Pak RW, Pak RT kemudian dengan yang jaga di sana. Jadi menyampaikan surat panggilan. Kemudian, setelah kami sampaikan, yang di rumah menyampaikan kalau Pak Rizieq lagi umroh,” jelasnya.

Lebih jauh, Argo pun menegaskan akan melakukan pemanggilan paksa setibanya Rizieq tiba di Tanah Air. Sebab, Rizieq mangkir setelah dua kali dilayangkan surat panggilan.

“Karena tanggal 10 dia enggak datang ya, nanti kita akan melakukan perintah membawa ya. Kita tunggu saja kapan kembali ke tanah air. Saya menyampaikan dan berharap agar pak Rizieq segera kembali ke Tanah Air. Kan kami mintai keterangan. Kalau memang jadi warga negara yang baik, silakan kembali ke Tanah Air untuk dimintai keterangan. Saya yakin kalau enggak bersalah, akan dihadapi dan menyampaikan semua,” jelas Argo.

Meski demikian, kata Argo, pihak kepolisian akan mendahulukan upaya persuasif sebelum melakukan penjemputan paksa. Pihaknya akan berkodinasi dengan pihak Rizieq soal kepastian kepulangan Pimpinan FPI tersebut.

“Ya sebaiknya kan segera kembali ke Tanah Air ya. Untuk mendatangi pihak Kepolisian bahwa yang bersangkutan sudah di Indonesia,” katanya.

Di sisi lain terkait rencana pengiriman penyidik ke Malaysia, jelas Argo, Kepolisian pun mengalami kendala dan merasa terbentur akan Undang-Undang antar negara.

“Kita terbentur dengan Undang-Undang internasional ya di situ. Kita tunggu saja nanti seperti apa tindak lanjutnya,” tutup Argo.

Berikan Komentarmu