Wapres JK: Masjid Raya Baiturrahman Ikon Kedua Indonesia

0
184

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla meresmikan penggunaan wajah baru Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Wajah baru MRB berupa landscape dan infrastruktur masjid layaknya masjid Nabawi di Madinah.

Muhammad Jusuf Kala yang akrap disapa JK bersama istrinya Mufidah JK tiba di MRB pukul 10.26 Wib disambut dengan selawat badar. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, JK menyebutkan MRB di Banda Aceh merupakan ikon kedua Indonesia. Masjid juga menjadi pemersatu seluruh umat, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi tempat musyawarah dan sarat pendidikan.

“Masjid raya ini ikon kedua Indonesia. Kalau di Jakarta ada Monas, kalau datang ke Aceh pasti yang dikenal masjid raya,” kata JK dalam sambutannya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia ini juga berpesan, tidak hanya dibangun infrastruktur yang indah. Akan tetapi juga harus dibarengi dengan memakmurkannya.

Baik itu untuk beribadah, musyawarah maupun dijadikan pusat pendidikan dan peradaban di Aceh. karena sejarah telah membuktikan, masjid menjadi tempat dan pusat berkumpul warga untuk mengatur strategi.

“Baik itu strategi pengembangan ekonomi dan lainnya. Sehingga tidak hanya memakmurkan masjid, tetapi masjid juga bisa memakmurkan umat, dengan cara mengatur bermusyawarah meningkatkan perekonomian warga,” tukasnya.

Ground breaking renovasi MRB sudah dilaksanakan sejak Juli 2015 lalu. Hingga sekarang, renovasi tahap pertama ini sudah selesai dilaksanakan. Ada 12 payung elektrik terpasang di utara dan timur MRB dengan ukuran 24×24 meter.

Selanjut ada basement di bawahnya seluas 8600 meter kubit bisa menampung 254 mobil dan 347 motor. Selain itu juga terdapat tempat ambil air sembahyang berjumlah 288 titik di basement.

“Setelah dirinovasi ini masjid raya sebelumnya hanya bisa menampung 9000 jamaah, sekarang bisa menampung 24400 jamaah baik di dalam masjid maupun di bawah paying,” kata Zaini Abdullah depan JK.

Kata Zaini, setelah MRB ini direnovasi, khususnya pemasangan 12 payung elektrik yang dicontah dari masjid Madinah, bisa menjadikan wisata budaya dan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.

“Khususnya, Negara tetangga Malaysia, sering mereka ke Aceh hendak mengetahui sejarah masjid raya,” imbuhnya.

Berikan Komentarmu