Fadli Zon: Ahok Cabut Banding Antara Terima Vonis & Langkah Politik

0
184

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok memutuskan mencabut banding atas vonis dua tahun penjara yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai keputusan itu menunjukkan Ahok dan pendukungnya menerima hukuman penjara atas kasus penistaan agama.

“Tapi yang jelas tidak mengajukan banding secara hukum dia berarti menerima apa yang menjadi vonis hukuman dari majelis hakim,” kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Fadli menghargai keputusan mencabut banding sebagai hak Ahok. Namun ada penafsiran lain dari langkah tersebut. Ada dua kemungkinan ahok memutuskan mencabut banding tersebut. Pertama, Ahok menerima vonis. Kedua, Ahok tengah menyiapkan upaya politik lain. Namun Fadli tidak mau berandai-andai. Dia memilih menunggu yang akan terjadi di kemudian hari.

“Apakah memang bisa menerima apa yang menjadi keputusan hakim itu atau mungkin akan ada upaya hukum lain atau upaya politik yang lain. Saya kira kita lihat saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Adik Basuki atau akrab disapa Ahok, Fifi Lety Indra mengatakan, banyak pertimbangan yang dipikirkan pihak keluarga dan penasihat hukum terhadap kasus hukum penodaan agama. Keluarga sempat mengusulkan agar mantan Bupati Belitung Timur itu tetap mengajukan banding.

“Prosesnya panjang dan enggak gampang dari satu sisi kita tahu hak Pak BTP (Basuki Tjahaja Purnama) untuk melakukan banding mencari keadilan, maka di satu sisi kami meminta untuk terus menjalankan haknya untuk banding dan memasukkan memori banding,” katanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Setelah mendapati kesepakatan untuk banding, akhirnya pihak keluarga dan penasihat hukum menyampaikan usulan tersebut kepada Ahok. Tapi ternyata, bapak tiga orang anak itu memiliki kehendak lain. Dia meminta berkas banding dicabut dan menerima vonis dua tahun penjara.

“Semua itu dituangkan ke dalam surat yang Pak Ahok tulis sendiri, keputusan baru diambil (pihak keluarga dan penasihat hukum) pada Senin (22/5) sore itu juga,” terangnya.

Keputusan Ahok untuk menghentikan banding telah menggugurkan ego pribadi mantan politisi Gerindra itu. Fifi menyebut, alasannya untuk menjaga kesatuan NKRI dan memastikan aksi solidaritas untuk Ahok tidak disusupi oknum tak bertanggungjawab.

Berikan Komentarmu