Kagetnya Menteri Desa, Anak Buah Ketua Satgas Pungli Kena OTT KPK

0
152

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) diduga kasus suap status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Jumat (26/5) kemarin. Sebanyak tujuh orang diamankan dalam OTT ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan 1×24 jam dan gelar perkara, KPK menaikkan kasus ini ke penyidikan. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya SUG (Irjen Kemendes), JBP (Eselon III Kemendes), RS (Eselon I BPK), dan ALS (Auditor BPK).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengaku kaget bawahannya tersebut ditangkap oleh KPK. Ia mengaku SUG (Sugito) yang merupakan Irjen Kementerian Desa dikenal sebagai sosok bersih. Bahkan, Eko mengungkapkan Sugito merupakan inisiator sekaligus Ketua Unit Pemberantasan Pungutan Liar di Kementerian ini.

“Makanya saya kaget juga. Dan saya bikin Satgas Pungli, Satgas Reformasi juga atas inisiatif beliau, jadi saya dukung,” ujar Eko ditemui di Kantornya.

Politikus PKB ini mengaku terus menghubungi pria yang kerap disapa Gito itu namun sampai saat ini tak direspons. Hingga KPK menetapkannya sebagai tersangka, Eko masih kurang percaya.

Selama mengenal Sugito, Eko mengatakan bawahannya tersebut merupakan sosok yang keras terhadap pemberantasan korupsi di Kementeriannya.

“Saya sangat menghargai sosok Pak Irjen, karena beliau termasuk keras memberantas korupsi di kementerian ini,” kata Eko.

Eko mencontohkan, Sugito merupakan inisiator pembentukan Satuan Bersama Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kementeriannya.

“Beliau menggagas pembentukan saber pungli, internal saber pungli. Saya tadinya hati kecil saya tidak percaya kalau Pak Irjen terkena masalah ini,” katanya.

Eko mengatakan, Sugito dikenalnya sebagai sosok sederhana. Dia mengatakan bawahannya itu tinggal di rumah yang terletak di gang sempit di kawasan Bojong, Jawa Barat.

“Beliau (Sugito) orang yang sederhana. Saya juga minta istri saya dan Dharma Wanita mengunjungi istri beliau di rumahnya (usai OTT). Rumahnya kecil masuk gang,” kata Eko.

Selain sosok sederhana, Eko mengatakan mengenal Sugito sebagai sosok yang keras terhadap upaya pemberantasan korupsi. Sugito merupakan inisiator pembentukan Satuan Bersama Pungutan Liar (Saber Pungli).

Bahkan, menjabat sebagai pimpinan Saber Pungli. Tak hanya itu, Eko mengatakan, Sugito juga sangat getol mendidik jajaran Kemendes untuk menjauhi korupsi.

Usai ditetapkan KPK sebagai tersangka, Eko memastikan akan mencopot Sugito dari jabatannya. Minggu (28/5) besok, ia akan langsung menggelar rapat mencari penggantinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, SGT (Sugito) dan JDT dianggap sebagai pemberi suap agar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendapatkan opini WTP dari BPK. Selaku pemberi suap, SGT dan JDT disangka pasal 5 ayat 1 huruf a dan b kemudian pasal 13 UU Nomor 31 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan penerima suap, RS dan ALS yang merupakan pejabat BPK disangka melanggar pasal 12 huruf a dan b, pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Uang sebesar Rp 40 juta disita KPK terkait kasus ini. Uang itu diduga merupakan bagian dari komitmen fee sebesar Rp 240 juta, dimana Rp 200 juta sudah dibayarkan pada awal Mei 2017.

KPK juga menyita uang Rp 1,145 miliar dan USD 3 ribu dari brankas di salah satu ruangan di BPK. Namun peruntukan uang itu masih didalami apakah terkait dalam kasus ini.

Keempat tersangka dalam OTT suap agar Kemendes PDTT mendapatkan opini WTP untuk laporan keuangan tahun anggaran 2016 ini ditahan untuk 20 hari ke depan.

Berikan Komentarmu