Pengacara Rizieq: Presiden Jokowi Janganlah Kriminalisasi Ulama

0
303
Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo menyimak sejumlah pertanyaan wartawan di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta, Rabu (1/10) malam. Joko Widodo mengakui adanya pertemuan antara dirinya dengan Presiden Yudhoyono pada Selasa (30/9) malam yang membahas soal UU Pilkada, pemilihan pimpinan DPR dan arah koalisi partai politik yang ada di Parlemen. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/14.

Polisi menetapkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus chat berbau pornografi. Penetapan ini membuat tim kuasa hukum Rizieq merasa pemerintah melakukan kriminalisasi.

“Kita minta Presiden Jokowi dengan amat sangat demi persatuan bangsa kita, janganlah mengkriminalisasi ulama ini,” kata kuasa hukum Rizieq, Eggi Sudjana, di bilangan Petamburan, Jakarta.

Maka itu, dia meminta Jokowi memerintahkan bawahannya segera setop kasus Rizieq. Mereka meyakini bila dihentikan maka Indonesia bakal kembali tentram.

“Polisi dan lainnya itu instrumen saja di bawah perintah presiden gampang dihentikan, kalau presiden mau henti-henti ini. Karena dia panglima tertinggi dari negara ini,” tegasnya.

Eggi juga menuding naiknya status Rizieq menjadi tersangka sebagai wujud balas dendam kepolisian atas penetapan Basuki T Purnama ( Ahok) dalam kasus penistaan agama. “Saya melihat atau kami menyimpulkan ini politik balas dendam dari dua hal penting, kalahnya Ahok di pilkada dan juga dipenjarakannya Ahok. saya kira ini substansinya,” ungkapnya.

Penetapan tersangka terhadap Rizieq, kata dia, juga membuat luka pada kaum muslimin. Karena itu pihaknya meminta kepada Presiden Jokowi memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menghentikan atau mengeluarkan SP 3.

“Tetapi kita tetap NKRI ini baik dan terjaga biar bagaimana Jokowi adalah Presiden kita, kita harus hormati, kita harus cintai tapi sepanjang Jokowi juga berlaku baik kepada kita sebagai rakyatnya jangan kita dizalimi. Oleh karena itu singkat jelas dalam keterangan pers ini kita minta sekarang Jokowi dengan hormat bisa memerintahkan kepada Kapolri untuk menghentikan atau mengeluarkan SP 3,” terangnya.

Seperti diketahui, polisi menetapkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus chat mesum dengan Firza Husein. Rizieq jadi tersangka setelah penyidik Direktorat Kriminal Khusus melakukan gelar perkara.

“Meningkatkan status (Rizieq) dari saksi ke tersangka kasus pornografi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Rizieq sebelumnya sudah membantah kebenaran rekaman percakapan dirinya dengan Firza. Menurutnya, rekaman tersebut merupakan fitnah. “Rekaman fitnah yang mengatasnamakan Firza dan saya itu adalah fitnah,” tegasnya di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Rizieq, Firza juga telah membantah atas hal tersebut melalui pengacaranya, Yakub Arupalaka. “Di mana Firza menolak ada rekaman foto suara. Beliau menolak dan tidak tahu sama sekali,” tandasnya.

Firza menegaskan bukan orang dalam chat bernada porno diduga bersama pimpinan FPI Rizieq Syihab. Firza juga menegaskan foto-foto vulgar dalam chat tersebut adalah bukan dirinya.

Berikan Komentarmu