Berkali-Kali Presiden Ingatkan Akan Tendang PKI, Silahkan Tunjukkan Dimana PKI!

0
122

Sejak dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo dikait-kaitkan dengan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Saat itu beredar pesan berantai berisi kabar bohong yang menyebut Jokowi akan meminta maaf kepada keluarga PKI. Dalam pesan yang beredar tersebut, presiden disebut juga akan menghadiri sebuah acara reuni anggota keluarga PKI dan Gerwani seluruh Indonesia di Gelora Bung Karno, Senayan.

Saat itu Istana sudah meluruskan bahwa sama sekali tidak ada pikiran presiden untuk meminta maaf kepada keluarga PKI dan hal itu sudah disampaikan oleh presiden secara terbuka. Pesan yang beredar secara masif itu dianggap sebagai fitnah. Istana telah membuat peringatan agar pembuat fitnah-fitnah tersebut tidak melanjutkan perbuatannya.

Sejak saat itu, Presiden Jokowi geram selalu dikaitkan dengan isu kebangkitan PKI. Bahkan belakangan ini Presiden Jokowi semakin rajin menginstruksikan untuk memukul PKI. Setidaknya sudah tiga kali Presiden Jokowi menyatakan bakal menggebuk PKI jika mencoba kembali bangkit. Pertama saat bertemu dengan pimpinan media massa di Istana Merdeka.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa PKI jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, kebinekaan. Kepala Negara tidak akan membiarkan PKI kembali hidup. “PKI, kalau nongol gebuk saja. Tap MPR sudah jelas (melarang PKI),” ujar Jokowi.

Jokowi kembali menyampaikan niatnya menggebuk PKI saat berbicara di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5). Presiden Jokowi menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi Indonesia. Sehingga dia tidak akan pandang bulu menindak setiap organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara.

“Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi, jangan ditanyakan lagi, payung hukumnya jelas, TAP MPRS,” tegas Jokowi.

“Kalau ada ormas yang seperti itu, ya kita gebuk,” tegasnya. “Sekali lagi, negara Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi,” katanya.

Terbaru, Jokowi kembali menyatakan komitmennya memukul PKI saat hadir dalam Kajian Ramadan 1438 H yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di hadapan peserta, Presiden Jokowi menyinggung niatnya memukul PKI jika mencoba kembali eksis. Jokowi merasa heran dengan mencuatnya kembali isu tersebut. Sebab, organisasi PKI sudah dimasukkan dalam kelompok yang dilarang berdiri di tanah air.

“Sekarang ini banyak isu-isu bahwa PKI bangkit, komunis bangkit. Pertanyaannya di mana? Dimana? Karena jelas, sudah jelas, konstitusi kita jelas. Ada TAP MPR-nya, bahwa PKI, komunisme dilarang di negara kita Indonesia,” kata Jokowi yang kembali disambut tepuk tangan.

Jokowi menantang pihak-pihak yang menyebut kebangkitan PKI untuk menunjukkan bukti. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bersiap untuk memukul mundur PKI.

“Jadi kalau ada, tunjukkan kepada kita, tunjukan kepada saya. Saya akan gebuk detik ini juga,” tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini merasa risih dikait-kaitkan dengan isu kebangkitan PKI di Indonesia. “Ada yang saya dikait-kaitkan juga (dengan PKI). Saat PKI dibubarkan umur saya baru tiga tahun,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, keluarga Jokowi juga dikait-kaitkan dengan partai terlarang tersebut. Presiden Jokowi mempersilakan mengecek langsung ke keluarganya untuk membuktikan tuduhan itu tidak benar.

“Karena tidak logis, ditarik orang tua saya (yang PKI). Ya ngecek kan gampang sekarang, PP Muhammadiyah juga punya di Solo ada. Dicek saja. Orang tua kita, bapak ibu kita tinggal di mana, di kampung mana. Di desa mana. Kakek nenek juga bisa dicek. Di desa mana. Sangat mudah di era keterbukaan seperti sekarang,” pintanya.

Berikan Komentarmu