Temui Gus Mus, Jenderal Tito Sebut Jadi Kapolri Harus Mutar-Mutar

0
142

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar safari Ramadan di Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan perdana ini dilaksanakan dan digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatut Tholibin di Leteh, Kabupaten Rembang, Jateng.

Hadir mendampingi Tito, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Kasdam IV Diponegoro Brigjend Sabrar Fadilah.

Kedatangan Tito disambut oleh pengasuh sekaligus pimpinan Ponpes Radhlatul Thalibin KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus dan ulama kharismatik tokoh NU KH Maemun Zubair dari Sarang, Rembang.

20170606190525-1-kapolri-tito-di-ponpes-radhlatul-thalibin-003-debby-restu-utomo

Gus Mus sebagai tuan rumah mengatakan, sangat berbahagia atas digelarnya safari Ramadan yang pertama kalinya oleh orang nomor satu di tubuh Polri di Ponpes yang diasuhnya.

“Mudah-mudahan kita bersama diberi kekuatan lahir batin untuk kejayaan dan persatuan negara kita Indonesia,” kata Gus Mus.

Gus Mus juga meminta maaf jika Ponpesnya yang awalnya dalam kondisi sederhana ditata sedemikian rupa sehingga terkesan mewah. Semua itu ditata sedemikian rupa oleh anggota Polres Rembang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

“Mohon maaf ini sudah disulap anak buah panjenengan (Kapolri) dipimpin Kapolresnya. Sebelumnya kondisinya (ponpes) tidak sesederhana ini. Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) yang tahu dan sering datang sendiri kesini,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, jika dirinya selama menjadi pejabat di Polri sangat ingin bertemu dengan Gus Mus yang namanya sudah menasional.

“Nama Gus Mus sudah menasional pingin sekali saya ketemu. Dulu zaman Kapolres, Kapolda rasanya belum satu level. Lalu saya sudah jadi Kapolri saya berani ke sini Gus Mus. Datang ke sini, diterima sambutan yang hangat, ada karpet merah lagi meski karpet dari Polres (Rembang),” ujar dia.

Menurut Tito, di bulan Ramadan ini untuk pertama kalinya ingin mendekatkan diri dengan komunitas muslim. Sebelumnya, dirinya di minggu pertama bulan Ramadan telah mengikuti berbagai kegiatan resmi kenegaraan.

“Ini bulan baik, bulan suci Ramadan waktu sangat tepat mendekatkan diri komunitas muslim. Minggu kemarin saya habiskan waktu seremonial. Acara pak presiden, buka puasa bersama. Kemudian di rumah MPR, DPR dan lain-lain. Sebagai Kapolri tidak cukup hanya di Jakarta. Kapolda ada, cukup di situ. Kapolri harus mutar-mutar,” ujarnya.

Tito mengaku sangat ingin bercengkrama dan beriskusi dengan beberapa ulama dan tokoh muslim di Jateng termasuk dua ulama yaitu Gus Mus yang merupakan ulama menyejukan dan KH Maemun Zuber ulama kharismatik dan sesepuh tokoh NU.

“Saya pikir pingin diskusi, muter-muter ke Jateng. Saya tanya ke Pak Kapolda di mana? Mestinya di Rembang. Tokohnya ada Gus Mus. Saya belum kenal pribadi, saya selalu ikuti pernyataan beliau. Bukan karena Gus nya di depan tapi Gus ulama sangat menyejukkan,” pungkasnya.

Selama acara berlangsung, ratusan peserta safari Ramadan yang terdiri dari ratusan santri Ponpes Radhlatul Thalibin, anggota Polri dan TNI dengan seksama mengikuti ceramah keagamaan siraman rohani dari KH Maimun Zuber pimpinan Ponpes al-Munawar, Sarang, Kabupaten Rembang, Jateng.

Saat ini, ratusan jemaah usai ceramah melaksanakan buka bersama dan salat Maghrib. Kemudian untuk selanjutnya dilanjutkan dengan shalat tarawih bersama sebagai acara penutup dari safari Ramadan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Jateng ini.

Berikan Komentarmu