Presiden Jokowi: Kalau Tak Diingatkan Kita Sering Lupa

0
165

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertemuan dengan tokoh agama dan ulama di berbagai daerah dalam kunjungan kerjanya sangat penting dilakukan. Menurut Jokowi, pertemuan dengan ulama salah satunya mengingatkan pentingnya persatuan dalam keberagaman negara.

“Kalau tidak diingatkan kita sering lupa bahwa negara kita sangat beragam. Bahwa negara kita memiliki agama yang berbeda-beda. Memiliki suku yang bermacam-macam,” kata Jokowi kepada media usai bertemu dengan 20 ulama se-Jateng di Rumah Makan (RM) Mak Engking, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng.

Menurut Jokowi, jika tidak diingatkan maka beberapa ulama dan tokoh agama akan lupa jika di negara kita ini sangat beraneka ragam suku, agama, ras termasuk bahasanya.

“Kalau nggak diingatkan, bahasa daerah saja ya kan, kemarin dari Cilacap menuju ke Banyumas beda. Banyumas ke Banjarnegara beda lagi. Banjarnegara ke Wonosobo beda lagi. Kalau ngikuti kita terus baru ngerti, ini dianugerahi Allah beragaman yang amat sangat,” ungkapnya.

Jokowi mengaku tidak pernah lupa selalu bertemu dengan ulama dalam setiap lawatannya ke daerah pelosok manapun. Salah satu tujuannya untuk mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan umat, bangsa dan negara.

“Setiap ke daerah kan saya selalu bertemu dengan ulama-ulama untuk mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan keumatan. Dengan hal-hal berkaitan dengan kebangsaan, kenegaraan,” ujar dia.

Jokowi mengatakan, setelah bertemu dengan ulama maka pendapat dan suara dari rakyat ini nanti untuk proses perbaikan dan pijakan dirinya dalam mengeluarkan kebijakan pemerintah.

“Masukan semuanya selalu saya tampung dan saya selalu melakukan itu. Misalnya, mana kemarin kayak ke Batam, Kalimantan Barat kita mengundang. Kemudian ke Kalimantan Selatan, kita mengundang. Ke Jawa Timur mengundang,” tukasnya.

Jokowi menambahkan, dirinya bisa langsung mendengarkan suara dari arus bawah melalui perantara ulama.

“Di sini, mengundang mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya. Supaya kita bisa mendengar arus bawah, keluhanya seperti apa? Kemudian para ulama, seperti apa dan lain-lain,” pungkasnya.

Berikan Komentarmu