Sejalan Dengan Pemerintah, PBNU Tetapkan Lebaran Besok

0
176

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan awal bulan Syawal 1438 Hijriah jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017. Adapun penetapan ini dilakukan setelah melakukan rukyatul hilal di beberapa lokasi di Indonesia.

“Atas dasar rukyatul hilal tersebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahibul Arba’ah maka Pengurus Besar Nahdatul Ulama memberi tahukan awal bulan syawal jatuh pada hari Ahad tanggal 25 Juni 2017 Masehi,” ungkap Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj di Command Center PBNU, Jakarta Pusat.

Dia pun tak lupa mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada semua umat Islam di seluruh Indonesia. “Selamat merayakan hari raya Idul Fitri. Semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lain diberkati oleh Allah SWT,” katanya.

Diketahui, dari hasil pemantauan di berbagai lokasi, hilal berhasil dilihat di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur. Berdasarkan pantauan H. Inwanudin, Ahmad Akhir, dan Muhammad, hilal dilihat dua kali pada pukul 17.25 WIB dan pukul 17.28 WIB. Adapun ketinggian hilal lebih dari 3 derajat.

Selain di Gresik, hilal juga dilihat pada pukul 17.40 WIB, pada ketinggian lebih 3 derajat dari lokasi pemantauan di Kudus. “Di Kudus, pada pukul 17:40. Ketinggiannya lebih dari 3 derajat,” tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu 25 Juni 2017. Penetapan ini dilakukan usai melakukan sidang isbat yang penentuannya diperoleh melalui metode hisab dan rukiyat.

Berikan Komentarmu