Cerita Pasukan Oranye Tetap ‘Mengais’ Sampah Di Libur Lebaran

0
111

Tiga hari setelah lebaran, penumpukan sampah di beberapa lokasi di Jakarta mulai terjadi, semisal di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Sampah yang menumpuk ini membuat Petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai pasukan oranye tidak libur sejak malam takbiran hingga H+3 lebaran.

“Pas malem lebaran kita masuk tuh, kita semua enggak ada yang libur. Tapi kita jam shift saya dari jam 5 subuh sampai jam 3 sore,” kata salah seorang petugas PPSU, Arif (24) di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Pihak Kelurahan Palmerah mewajibkan seluruh anggota PPSU untuk bertugas mulai selama perayaan hari Raya Idul Fitri. Bahkan, dia bercerita, saat malam takbiran para petugas PPSU ditugaskan pihak kelurahan untuk bertugas hingga pagi hari.

“Waktu malem takbir itu, seharusnya kita pulang tapi engak diizinin sama pihak Kelurahan, disuruh makan-makan dulu kita di sana, habis itu kita lanjut lagi nyapu sampai pagi,” tuturnya.

Tingginya volume sampah membuat para petugas PPSU membuat kewalahan. Arif mengaku dirinya dan petugas lainnya akan terus bekerja hingga petugas kebersihan kelurahan kembali dari mudik.

“Pasca malam takbir sampai sekarang kan banyak sampah, makanya kita turun. Seharusnya ini tugasnya tukang sampah daerah sini, cuma kita bantu,” ujar Arif.

Penumpukan sampah juga terjadi di Markas Polda Metro Jaya. Petugas kebersihan di lingkungan Polda Metro Jaya, Nadir menuturkan banyaknya petugas yang berlibur membuat dirinya kesulitan menangani tumpukan sampah. “Numpuk pak sampah, pada libur. Saya saja berdua kemarin ngangkutin sampah ke truk,” keluhnya.

Sampah-sampah tersebut akan didiamkan hingga tempat pembuangan sampah sementara dan baru akan dibuang setelah petugas kebersihan lain masuk.

“Dikumpulin dulu di truk pak, baru nanti kalau sudah pada masuk baru dibuang,” tutupnya.

Berikan Komentarmu