Usai Diperiksa Bareskrim, HT Minta Dibuktikan Kesalahan Di Kasusnya

0
128

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibdjo selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia meminta dalam kasus SMS kepada Jaksa Julianto untuk diungkap faktor kerugiannya.

Dia menjelaskan, tuduhan mengancam diarahakan kepadanya harus dibuktikan secara hukum. Terutama sesuai dengan Undang-undang ITE Nomor 11 Pasal 2009 tahun perubahan 2016.

“Tahun 2016 pasal 45 B di penjelasan, ditambahkan di situ, mengakibatkan kekerasan fisik psikis dan kerugian materi. Kalau di sini mengakibatkan kekerasan fisik kan tidak. Kemudian kerugian materil juga tidak. Sudah jelas. Kalau misalkan kekerasan psikis ya harus dibuktikan apakah SMS seperti itu bis membuat seseorang terganggu mentalnya, misalnya,” kata HT di Bareskrim Polri, Cideng Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Jadi harus dibuktikan secara medis. Tidak bisa dengan pengakuan seseorang,” tambahnya.

Berstatus tersangka dalam kasus SMS kepada Jaksa Julianto, dia menjalankan pemeriksaan selama hampir 8 jam. Dirinya menjelaskan bahwa SMS tersebut bukan bentuk ancaman. “Jadi apa yang saya katakan itu normatif. Tapi kali ada yang ini dengan politik ya itu bisa ditebak sendiri,” ujarnya.

Ketum Partai Perindo itu juga merasa heran soal kasus SMS itu. Sebab, sudah lama dan baru dibawa ke ranah hukum. “Ini sms satu setengah tahun lalu dan sudah diam lama kemudian awal Mei dilakukan penyidikan lagi, dibuka lagi dan rame kaya sekarang,” ungkapnya.

Di sisi lain, saat ditanya perihal praperadilan diajukan tim kuasa hukumnya, HT enggan berkomentar. Dia langsung bergegas pergi meninggalkan Bareskrim Polri memakai mobil mewah. “Cukup ya,” singkatnya.

Senada dengan Harry Tanoe, Hotman Paris Hutapea, sebagai kuasa hukum, tidak memberikan komentar terkait praperadilan kliennya. “No comment,” kata Hotman.

Berikan Komentarmu