Pesan Keras Jokowi Buat Bandar Narkoba Asing Di Indonesia

0
173

Pemerintah kembali menegaskan tak ada tempat bagi jaringan narkoba menjalankan aksinya di tanah air. Ancaman tembak mati dilontarkan aparat penegak hukum bagi pengedar narkoba ketika melawan saat dilakukan penangkapan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso mengatakan, ada sekira 72 jaringan narkoba internasional yang menjadikan Indonesia pasar utama dalam menjual barang haram tersebut. Jaringan narkotika itu dari negara Australia, Amerika Serikat, China, Taiwan dan Filipina.

Menurut dia, hal itu dapat dilihat dari transaksi narkoba di tanah air. Dia mengatakan,
uang yang dikeluarkan oleh pengguna di Indonesia untuk membeli narkoba sebesar Rp 72 triliun per tahunnya.

“Ada sekitar 11 negara di seluruh dunia menjadikan Indonesia menjadi pangsa pasar utama dalam menjual barang haram tersebut,” ujar Budi Waseso.

Ancaman tak memberi ampun bagi para pengedar narkoba menyusul pengungkapan sejumlah kasus barang haram tersebut. Teranyar yaitu pengungkapan satu ton sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten.

Sabu yang diperkirakan senilai Rp 1,5 triliun asal China itu diselundupkan empat warga Taiwan. Tiga pelaku diringkus sementara seorang lainnya ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat digerebek.

Tindakan tegas bagi pengedar narkoba itu mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi bahkan meminta Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) serius memberantas narkoba terutama pengedar asing.

“Pengedar-pengedar narkoba asing yang masuk kemudian sedikit melawan, sudah langsung ditembak saja,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Musyawarah Kerja Nasional II dan Workshop Nasional (Bimbingan Teknis) Anggota DPRD PPP Se-Indonesia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7).

Jokowi menegaskan jangan beri ampun terhadap pengedar narkoba. Terlebih saat ini, Indonesia sedang berada dalam posisi darurat narkoba.

“Jangan diberi ampun,” ucapnya.

Berikan Komentarmu