GP Ansor Soal Alumni 212 Bela Hary Tanoe: Lucu Enggak? Lucu Kan

0
76

Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas tertawa saat ditanyakan terkait Alumni 212 membela bos MNC Group, Hary Tanoesodibjo yang terjerat kasus SMS mengancam jaksa. Pembelaan Alumni 212 terhadap Hary Tanoe itu ketika melakukan aksi di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/7) lalu.

“Lucu enggak? Lucu kan, lucu kan, lucu kan,” kata Yaqut sambil tertawa kecil di gedung Konvensi TMP, Kalibata, Jakarta Selatan.

Yaqut menyebut lucu, karena apa yang Alumni 212 lakukan itu tidak sesuai dengan apa yang kerap diucapkan. “Ya lucu, karena mereka itu teriak-teriak antikafir, antikafir. Yang mereka sebut kafir itukan yang bukan muslim, menurut mereka, kan begitu,” ujarnya.

Diketahui, Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menjelaskan, alasannya membuat aduan soal dugaan kriminalisasi terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) ke Komnas HAM. Menurutnya, poin aduan tersebut karena adanya permintaan dari rekan seperjuangan mereka.

“Kebetulan ada yang kasih tahu kita, bilang ke kita, ‘Tolong dong Hary Tanoesoedibjo dibantu, kan dia banyak bantu berita kita juga’. Ada yang sampai ke saya. Ya sudah nanti kita bantu,” kata Sambo di Kantor Komnas HAM, Jalan Laturharhary, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Sambo menilai dalam kasus Hary Tanoe tidak adanya unsur pidana melainkan adanya balas dendam politik. “Ini jadi bagian dari balas dendam politik kekalahan Ahok. Begitu saja. Nah itu pun karena ada orang yang sampaikan ke saya. Ini sebenarnya bentuk solidaritas saja, enggak ada hubungan sama kegiatan politik HT. Kita bukan mendukung politik dia,” tegasnya.

Dalam pembelaan terhadap HT, Sambo menegaskan kalau pihaknya tak memandang dalam sudut mana pun. “Kita tidak milah orang. Siapapun orang yang dizalimi penguasa karena kekalahan Ahok, atau balas dendam politik, ya kita bikin aduan,” tandasnya.

Diketahui, alumni aksi 212 merupakan penggelar aksi bela agama terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sekretaris Presidium Ustaz Hasri Harahap mengakui terjadi kontroversi di internal mereka. Sebagian pihak, kata Hasri, mempertanyakan alasan membela Hary Tanoe.

“Kita bukan membela, presidium melaporkan aktivis HTI dikriminalisasi dan Hary Tanoe juga demikian sekarang bahasanya menolong yang dikriminalisasi,” ucapnya.

Hasri pun membantah membela Hary Tanoe karena ada faktor kedekatan. Mengingat dalam Pilkada DKI Jakarta Hary Tanoe berada di kubu Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang merupakan lawan politik Ahok.

Berikan Komentarmu