PDIP Tentang PAN: Ini Persoalan Siapa Yang Komit Dan Tidak

0
120

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ‘ogah’ ikut campur dengan desakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta kadernya ditarik atau mundur dari Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menegaskan, masalah PAN hanya persoalan komitmen di koalisi partai pendukung pemerintah.

“Itu urusan PAN, bukan urusan PDIP. Yang membikin persoalan PAN bukan PDIP. Ini persoalan siapa yang komitmen dan siapa yang tidak,” kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, perombakan posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang diduduki kader PAN yaitu Asman Abnur, sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi.

“Tidak ada yang memaksa dia tetap di kabinet, dan masih ada yang lebih kompeten untuk posisi itu,” tegasnya.

Andreas menilai, hubungan partai-partai pendukung pemerintah cukup solid mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Kondisi itu terlihat dari satu suaranya koalisi partai pendukung pemerintah dalam isu krusial di Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu).

Ada sekitar 6 partai pendukung yang satu sikap dengan pemerintah terkait RUU Pemilu adalah PDIP, Golkar, PPP, PKB, NasDem dan Hanura.

Sementara itu, PAN bersama Gerindra, PKS dan Demokrat, berseberangan dan memilih abstain dan walkout dari rapat paripurna pengambilan keputusan tersebut.

“Yang penting juga kita menghargai teman-teman, seperti Gerindra yang punya sikap yang jelas dalam proses itu,” ujarnya.

Yang menjadi sorotan adalah manuver PAN sebagai partai pendukung pemerintah. Andreas menilai manuver PAN menjadi urusan internal partai dan masyarakat sebagai penilai.

“Saya kira ini bukan persoalan PDIP. Ini sikap PAN. Buat PDIP kita berjalan di rel yang menjadi kesepakatan kita. Di luar itu bukan persoalan PDIP tapi persoalan dia dan masyarakat akan melihat itu,” pungkasnya.

Berikan Komentarmu