Ketua MPR: Hentikan Saling Fitnah Dan Menyalahkan!

0
151

Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta masyarakat Indonesia untuk berhenti menebar kebencian dan fitnah ‎yang berimplementasi pada perpecahan bangsa. Masyarakat harus mengedepankan nilai-nilai luhur, untuk saling menghormati dan menghargai demi kemajuan berbangsa dan bernegara.

“Hentikan silang sengketa, saling memfitnah, saling menyalahkan. Kita harus menjadi generasi yang punya nilai luhur, produktifitas, inovatif, dan kreatif,” kata Zulkifli. Dia menyampaikannya dalam Seminar Nasional, ‘Mosi Integral M Natsir Upaya Pemersatu Bangsa’, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

‎Dia memaparkan, masalah yang kini sedang dihadapi bangsa Indonesia, di antaranya kesenjangan antar lini yang berdampak pada kecemburuan sosial di masyarakat.‎ Kesenjangan itu yang memunculkan si kaya dan si miskin yang justru tidak bagus untuk kemajuan bangsa.

“Kecemburuan itu mengarah pada kelompok tertentu, ini yang harus kita hentikan,” imbuhnya. Padahal nilai-nilai luhur itu ada dalam Pancasila yang harusnya bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menyadari, tidak sedikit ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengkotak-kotakan kelompok yang memiliki pemahaman berbeda. Hal inilah yang menjadi benih-benih keretakan bangsa Indonesia.
“Banyak yang mendistorsi kalau ini tentang NKRI, padahal NKRI itu juga ada dalam Pancasila,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta agar seluruh bangsa Indonesia untuk tidak terjebak dalam isu-isu yang akan membuat masyarakat terpecah-belah. Langkah yang dapat menjembatani itu dengan mempelajari sejarah saat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Penghormatan yang harus dipertahankan hari ini hingga sampai kapan pun. MPR pun akan meneruskan apa yang dilakukan pendiri negeri ini,” ujarnya.

Ahmad Najib Qodratullah Tokoh Jawa Barat yang juga Anggota DPR RI FPAN menambahkan, tuduhan-tuduhan yang terjadi saat ini memang makin meningkat hingga terlahirnya sikap intoleransi. Dengan begitu, dia meminta semua pihak perlu melihat kembali sejarah perjalanan bangsa ini.

Menurutnya, bisa saja tidak semua masyarakat mengetahui bahwa wujud NKRI yang ada saat ini adalah karena adanya Mosi Integral 3 April tahun 1950. Mosi Integral tersebut diajukan oleh Mohammad Natsir dan disetujui fraksi-fraksi saat itu.

“Mosi Integral ini telah menyatukan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang saat itu terpecah dalam 16 negara bagian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terangnya.

Berikan Komentarmu