Ini Alasan PAN Belum Tentukan Capres Di 2019

0
123

Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bandung, Jawa Barat pada 21-23 Agustus 2017. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan kecil kemungkinan Rakernas akan membahas calon Presiden di Pemilu Serentak 2019.

Alasannya, karena Pemilu Presiden 2019 masih lama meskipun sejumlah figur capres telah mulai bermunculan. Yandri menuturkan, PAN akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan konstituen, ormas Islam dan ulama sebelum menentukan calon presiden.

“Nah persoalan strategis, pemilu 2019 masih lama. Dinamika masih banyak terjadi. Kami ingin menyerap aspirasi masyarakat. Kami tanya dulu ke NU, Muhammadiyah, Persis, Matlul Anwar,” kata Yandri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Yandri membantah, belum ditentukannya calon presiden karena pasang surut konstalasi politik yang tengah dihadapi PAN. Salah satunya desakan agar PAN mundur dari koalisi partai-partai pendukung pemerintah karena kerap berbeda sikap dengan pemerintah.

“Enggak, PAN itu berapa kali pilpres tidak terlalu awal menentukan sikapnya. Kalau bukan di Rakernas kali ini, kan ada rakernas 2018. Dan itu sudah masuk tahapan capres. Dengan pemerintah sangat baik, pak Jokowi juga menghormati sikap PAN,” tegasnya.

Selain desakan dari partai pendukung pemerintah, kata Yandri, belum ditentukannya calon bukan karena tengah menunggu hasil uji materi soal isu ambang batas pencalonan presiden 20 persen di Mahkamah Konstitusi.

“Enggak ada 0 atau 20 persen siap,” tambahnya.

Soal ajakan Gerindra untuk membentuk poros baru, PAN menyatakan terbuka dengan ajakan tersebut. Namun, Yandri mengaku belum bisa memastikan ajakan Gerindra bakal dibahas atau diputuskan di rakernas.

“Ya semua dengan parpol terbuka untuk koalisi. Ya saya bilang tadi, di rakernas itu, ya bisa juga ada aspirasi seperti itu. Tapi kalau keputusan belum tentu. Saya tidak bisa berandai,” ujar Yandri.

Berikan Komentarmu