Yenny Wahid: Pendidikan & Ekonomi Tak Ada Korelasi Sama Radikalisme

0
149

Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengadakan survei bertema intoleransi radikalisme di Indonesia. Hasilnya, jika dikonversikan terhadap populasi di Indonesia yang berisi 50 juta orang, maka didapatkan adalah 0,4 persen atau 600 ribu orang pernah melakukan tindak radikal dan 7,7 persen atau sekitar 11 juta lebih rakyat Indonesia ingin berbuat radikal jika ada kesempatan.

“Bayangkan 11 juta itu sama dengan masyarakat Jakarta dan Bali. Kalau semuanya ingin melakukan tindakan radikal pusing kepala barbie,” kata Yenny dalam acara ‘Simposium Nasional’ Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta.

Anak Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menuturkan, survei tersebut melibatkan 1.520 responden, dengan menggunakan metode multistage random sampling, margin of error 2,6 % dan tingkat kepercayaan 95 %.

“Ternyata pendidikan, ekonomi dan tempat tinggal tidak memiliki korelasi dengan radikalisme. Contohnya, Bahrun Naim yang merupakan orang kaya dan berpendidikan, namun akhirnya bergabung dengan ISIS,” ungkap dia.

Orang bertindak radikal, lanjut Yenny, lebih disebabkan perasaan gelisah dan depresi. “Ini bukan cuma di Indonesia saja, tapi di banyak bangsa di dunia. Anak muda yang gelisah, yang ingin melakukan sesuatu, lalu itu yang ditawarkan ISIS, sense of heroism,” kata Yenny.

Berikan Komentarmu