Mendagri: Tiga Tahun Ini Banyak Praja IPDN Dipecat, Turun Pangkat

0
141

Kementerian Dalam Negeri dan rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor sudah memutuskan memecat dua orang praja IPDN. Mereka diberhentikan karena terbukti terlibat dalam pengeroyokan terhadap salah satu praja.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan keputusan penindakan terhadap praja IPDN pada tim yang bertugas menanggani. Termasuk jika keputusannya harus dilakukan pemecatan.

“Mekanisme seperti itu (dipecat). Kan tim yang memutuskan,” kata Tjahjo usai menghadiri akad nikah anak Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala BNN Budi Waseso di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Mendagri menegaskan, tidak ada ampun untuk praja IPDN yang melakukan pelanggaran aturan. Mulai dari narkoba hingga perkelahian, pasti akan ditindak. Dia menyebut sudah banyak praja yang diberhentikan alias dipecat karena indisipliner dan melanggar aturan.

“Kita sudah menerapkan aturan disiplin yang menyangkut narkoba yang menyangkut pekelahian semua kasus. Mulai 3 tahun ini banyak yang dipecat. Banyak yang turun pangkat, banyak yang diberhentikan tidak hormat,” ungkap Tjahjo.

Untuk diketahui, kasus kekerasan kembali terjadi di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang. Seorang praja menjadi korban pemukulan 10 orang temannya. Mendengar itu, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung meminta IPDN memberikan sanksi tegas kepada para pelaku. Menurutnya, hal semacam ini mengganggu kehormatan kampus revolusi mental tersebut.

“Jangan diberi kesempatan, jangan diberi kelonggaran sanksi. Ini mengganggu kehormatan IPDN khususnya Kemendagri,” katanya di Jakarta, Senin (28/8).

Tidak tepat menerapkan kekerasan dalam pendidikan. Menurut Tjahjo, para praja adalah calon aparatur sipil negara yang nantinya menjadi pamong. Hal ini sudah menjadi pelanggaran disiplin, karena itu perlu ketegasan dalam menyikapi masalah tersebut.

“Harus dijaga kehormatan harga diri sebagai lembaga revolusi mental khususnya calon pegawai negeri sipil,” tegasnya.

Rektor IPDN Ermaya Suradinata telah melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo. Hasilnya, dua dari lima praja pelaku kekerasan bermotif asmara di IPDN resmi dipecat.

“Surat keputusan rektor dievaluasi kembali diselesaikan dengan tim kecil evaluasi terhadap penamparan praja. Ada perubahan sedikit yang 5 orang diturunkan itu ada 2 orang yang harus diberhentikan,” jelasnya di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (31/8).

Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan tim yang dibentuk Kemendagri. Ini sebagai bentuk pemberian efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Makanya sekecil apapun peristiwa apakah penamparan atau kegiatan lain yang mengarah pada kekerasan harus dihilangkan. Caranya harus tegas terhadap mereka berdasarkan BAP dan sebagainya,” katanya.

Dua praja diberhentikan karena mereka menjadi otak dari aksi pengeroyokan. Ini seusai hasil evaluasi tim Kemendagri dan IPDN.

“Kalau dua itu hasil tim kecil dari pusat dan kemendagri bahwa yang merencanakan dan yang pertama menggerakkan dianggap harus diberikan sanksi lebih. Korbannya enggak ada masalah, biasa normal, ada kuliah biasa,” terangnya.

Setelah kejadian ini, IPDN akan memperketat sistem pengasuhan 24 jam. Pengasuh praja juga diminta lebih sigap menyikapi kondisi di asrama IPDN agar kejadian yang sama tidak terulang. Pengasuh yang bertugas saat kejadian sudah ditindak tegas alias dipecat.

Berikan Komentarmu