Soal Fim G30S, Menag Ajak Tak Habiskan Energi Untuk Bicarakan Masa Lalu

0
138

Wacana nonton bareng film G30S/PKI yang belakangan ramai dan menimbulkan pro kontra mendapatkan tanggapan dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, sah-sah saja adanya keinginan untuk kembali menonton film besutan sutradara Arifin C. Noer ini.

“Silakan bagi yang ingin menyaksikan ya menonton,” ungkap Lukman paska seminar ‘Penanggulangan Radikalisme dan Intoleransi Melalui Bahasa Agama’ di Sleman, DIY.

Terkait sejarah kelam peristiwa 1965, masyarakat juga harus diberikan ruang untuk keberadaan film terbaru. Film itu nantinya akan memvisualisasikan peristiwa tersebut.

“Segenap elemen masyarakat diberikan kebebasan menvisualisasikan fakta-fakta sejarah yang ada. Biar kemudian masyarakat dengan perspektifnya yang beragam, lalu bisa mendapatkan kearifannya dalam memahami masa lalu kita,” urai Lukman.

Lukman menuturkan setiap film yang bertemakan peristiwa sejarah akan melahirkan berbagai penafsiran. Hal ini tak lepas dari berbagai sudut pandang dalam memaknai fakta sejarah yang kemudian melahirkan beragam penafsiran atas peristiwa itu..

“Perspektifnya (melihat peristiwa sejarah) berbeda, sehingga kita tidak perlu mengingkari film itu (Film G30S/PKI) sama sekali,” papar Lukman.

Di tengah polemik kontroversi film G30S/PKI yang dibuat pada masa Orde Baru, Lukman meminta masyarakat tak terlalu meributkannya. Sebab masih banyak permasalahan bangsa yang musti dipikirkan dan dicari solusinya demi kemajuan bangsa.

“Tidak boleh (sejarah) menyandera kita, membelenggu kita. Sehingga waktu dan energi kita habis untuk membicarakan masa lalu terkait dengan sejarah kelam kita,” tutup Lukman.

Berikan Komentarmu