Sekjen PDIP: Golkar Belum Final Tentukan Cagub Jabar 2018

0
158

Partai Golkar dikabarkan akan beralih dukungan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke Wali kota Bandung Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Menanggapi rumor ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku telah menghubungi petinggi Partai Golkar.

Dari hasil komunikasi itu, kata Hasto, Partai Golkar belum menentukan jagoan yang bakal diusung. Sehingga, keputusan mendukung Ridwan Kamil belum final. PDIP akan menghormati apapun keputusan Golkar terkait calon yang mereka usung.

“Tentu saja ada dinamika ketika kami menghubungi beberapa pejabat dari Partai Golkar. Sampai saat ini mereka belum final di dalam menetapkan paslon di Jawa Barat,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Beberapa lembaga survei merilis elektabilitas Ridwan Kamil berada di posisi teratas dibanding bakal calon lain. Hasto menyebut, hasil survei terhadap Ridwan Kamil belum tentu menjadi pertimbangan bagi PDIP untuk memberikan dukungan.

Sebab, menurutnya, survei tidak menjadi satu-satunya indikator penilaian. Selain memperhatikan survei, PDIP juga melihat kekuatan gotong royong partai untuk mengambil kepercayaan publik atas calon yang diusung.

PDIP sebelumnya menyatakan menutup pintu dialog dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Alasannya, Ridwan telah memutuskan sendiri posisinya sebagai calon gubernur tanpa berdialog terlebih dulu dengan PDIP.

“Bagi kami, kekuatan gotong royong partai dalam menyatu dengan rakyat sebagai modal yang sangat penting. Kepercayaan rakyat sebagai modal yang sangat penting,” tegasnya.

Oleh karena itu, jika PDIP telah menentukan bakal calon, maka dukungan akan diberikan secara total. “Karena itu kami mempersiapkan secara kelembagaan, kami siapkan seluruh mesin partai untuk memberi dukungan. Sehingga pilkada bukan berbasiskan elektoral dan elektabilitas semata, tapi pilkada didasarkan komitmen untuk membangun masyarakatnya,” ujar Hasto.

Sejauh ini, Ridwan baru mengantongi dukungan dari 2 partai, yakni PKB dan Partai NasDem. Dua partai ini belum cukup untuk mengusung Ridwan Kamil karena tidak memiliki cukup kursi di DPRD Jawa Barat.

Jika digabung, kursi PKB dan NasDem hanya berjumlah 12 kursi. Sementara syarat partai atau gabungan partai politik untuk mengusung bakal calon kepala daerah yakni 20 kursi.

Sebelumnya, Surat Keputusan (SK) penetapan Ridwan Kamil bakal didorong sebagai bakal calon Gubernur Jabar 2018 Golkar beredar di kalangan wartawan. SK berkop DPP Golkar itu menetapkan Ridwan Kamil untuk dipasangkan dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin cawagub.

Namun SK itu disebut bodong oleh Sekjen Golkar Idrus Marham. Sebab, tak ada nomor surat dan cap basah resmi Golkar. Idrus juga meyakini hingga kini belum Golkar belum menentukan cagub dan cawagub untuk Pilgub Jabar.

Berikan Komentarmu