Hacker Surabaya, Kelas Teri yang Bobol 44 Negara?

0
195
Hacker Surabaya
Hacker Surabaya

Tiga Hacker Surabaya diciduk polisi. Mereka diduga meretas ribuan situs web dan sistem teknologi informasi di 44 negara. Ketiga tersangka berstatus mahasiswa di Surabaya. Usia mereka masih 21 tahun dan sama-sama tergabung dalam Komunitas Surabaya Black Hat (SBH).

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, para tersangka berinisial NA, KPS, ATP, bersama komplotannya yang total enam orang, diduga meretas sekitar 3.000 sistem teknologi infomasi dan situs web selama tahun 2017.

Salah satu korbannya adalah sistem elektronik pemerintahan di Los Angeles Amerika Serikat. Karena itu, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat alias FBI ikut andil dalam penangkapan mereka.

Polisi mengungkap kasus tersebut setelah menerima informasi dari lembaga bentukan FBI, IC3 (Internet Crime Complaint Center) di New York, Amerika Serikat. Isinya, terdata puluhan sistem di berbagai negara rusak.

Setelah ditelusuri, ternyata pelakunya menggunakan IP Address yang berada di Indonesia, tepatnya Surabaya.

“Informasinya diberikan kepada kami pada Januari 2018 kemarin. Kemudian, kami analisis kurang lebih dua bulan, kami temukan lokasinya di Surabaya dan para tersangka utamanya,” kata dia kepada Hidupnkri.com, Rabu (14/3/2018).

Para tersangka kini mendekam di Polda Metro Jaya, bukan di Surabaya. Ternyata, ini ada alasannya.

 Baca Juga : Situs Judi Tuandomino

“Kasus disidik berdasarkan lokus kejadian perkara karena empat perusahaan nasional yang jadi korban berada di Jakarta. Perusahaan yang paling banyak terimbas itu di Jakarta,” kata AKBP Roberto.

Dalam aksinya, umumnya hacker Surabaya tersebut menyasar database perusahaan yang memiliki banyak pelanggan atau customer.

“Kebanyakan (yang diretas) bergerak di bidang bisnis, private business. Untuk situs pemerintahan, yang terdeteksi baru satu, The City of Los Angeles. Sistem elektronik, bukan situs yang diretas,” papar Roberto. Motifnya diduga ekonomi.

Berikan Komentarmu