Hening Nyepi di Pulau Dewata Menjalar ke Dunia Maya

0
159
Nyepi di Pulau Dewata
Nyepi di Pulau Dewata

Hening Nyepi di Pulau Dewata Menjalar ke Dunia Maya – Setiap Tahun Baru Saka, pada pinanggal pisan, sasih Kedasa, umat Hindu melaksanakan ibadah Nyepi. Pada hari itu, suasana Bali nyaris mati, semua kegiatan ditiadakan. Pulau Dewata yang biasanya semarak mendadak sunyi, senyap.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan Nyepi tahun ini. Tidak hanya api, televisi dan peralatan elektronik lainnya yang mati. Pun dengan internet. Keheningan tak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.

Nyepi tanpa internet di Pulau Dewata akan berlangsung pada Sabtu 17 Maret 2018, mulai pukul 06.00 Wita. Komputer dan ponsel pintar tak akan bisa mengakses World Wide Web hingga jam yang sama keesokan harinya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana berpendapat, Nyepi tanpa internet wajib dilakukan.

Sebab, itu merupakan salah satu cara untuk mematuhi Catur Brata Penyepian, yang terdiri atas empat larangan, yakni amati geni (tidak menyalakan api/lampu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan(tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

“Di internet itu banyak hiburan. Padahal salah satu esensi perayaan Nyepi adalah tidak melakukan hiburan atau amati lelanguan,” kata Sudiana kepada Hidupnkri.com, Jumat (16/3/2018).

Cara itu juga untuk menangkal berita tidak benar (hoax) dan konten negatif. Umat Hindu tidak ingin ada kejadian seperti tahun lalu, terkait isu pecalang mengamankan warga, yang faktanya tak sesuai.

Di sisi lain, Nyepi tanpa internet dapat mencegah umat Hindu berkata menyakitkan terhadap sesama atau membuat sakit hati orang lain melalui media sosial.

Sudiana menyadari, gagasan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, dia menilai, mengakses internet membuat nilai luhur Nyepi semakin luntur.

Sudiana pun menyarankan agar umat Hindu berpuasa sepenuhnya saat Nyepi. “Dengan Nyepi maka kesombongan bisa ditekan. Tujuannya adalah keheningan diri dan kembalinya alam semesta ke hukumnya,” kata dia.

Usulan Nyepi tanpa internet pernah disampaikan pada 2017, namun baru bisa terealisasi pada tahun ini.

Usulan dari sebagian umat Hindu tersebut akhirnya dikukuhkan dengan Surat Edaran Direktorat Telekomunikasi, Kemkominfo, Nomor 378 Tahun 2018 tentang Imbauan untuk Melaksanakan Seruan Bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali 2018.

Toleransi hanya diberikan kepada sejumlah objek vital seperti bandara, rumah sakit, kantor TNI dan Polri, serta layanan kepentingan umum lainnya.

Sebagian warga Bali menyambut baik keputusan Nyepi tanpa internet, seperti Wayan Hamdi. Pria berusia 35 tahun tersebut menilai, anjuran tersebut membuatnya lebih khusyuk beribadah.

“Untuk mempertahankan kekhusyukan dalam menjalani Nyepi, bagus. Ada seperti itu. Secara pribadi saya mendukung kebijakan. Agar tak ada hal negatif dulu ada mengambil foto viral dan malah membuat gaduh suasana nyepi,” kata Hamdi kepada Hidupnkri.com, di Denpasar, Jumat 16 Maret 2018.

Sementara, warga lain, Putu Surya berpendapat, tidak perlu ada pemutusan internet saat Nyepi.

Baca Juga Situs Judi : Tuandomino

“Karena urusan ibadah bukanlah paksaan. Dengan urgensi pemanfaatan internet hari ini, rasanya itu tidak penting dilakukan. Apalagi, di Bali bukan hanya ada agama Hindu saja,” ujar Putu.

Berikan Komentarmu