Pulau Komodo: Dipuji Media Australia

0
114

 Pulau Komodo sedang mencuri perhatian internasional. Jika di bulan Februari 2018 kemarin dipuji media Australia, kini sedang disoroti media Inggris.

Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu destinasi terindah di NTT. Dari dunia bawah lautnya sampai ke puncak perbukitannya, menampilkan panorama alam yang indah. Belum lagi, ‘Si Naga Purba’ alias komodo yang merupakan satwa yang hanya ada di sana.

Bulan Februari kemarin dalam catatan detikTravel, News Australia memberitakan tentang Pulau Komodo. Media asal Australia ini menulisnya dengan judul ‘Komodo Island, Indonesia: Inside the real life Jurassic Park’.

Artikel mengenai Pulau Komodo itu ditulis oleh Sangeeta Kocharekar. Dia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Pulau Komodo dan beberapa pulau lainnya di Taman Nasional Komodo.

Screenshot News Australia

Dia menuliskan pengalamannya melihat komodo dari dekat dan berfoto-foto. Dia juga melanjutkan perjalanan ke Pantai Pink di Pulau Komodo. Lalu dia trekking ke Pulau Padar dan bersantai di Pulau Kanawa.

“Sebuah persilangan antara kehidupan nyata dan Jurassic Park di Pulau Komodo. Rusa-rusa di pinggiran pantai, babi-babi hutan di semak-semak dan komodo yang mengintainya,” tulis Sangeeta.

News Australia menyebut Pulau Komodo sebagai tempat yang indah

Baru-baru ini, The Guardian yang merupakan media asal Inggris juga mengulas tentang Pulau Komodo. Tapi berbeda temanya, bukan keindahan alam melainkan dunia bawah laut Pulau Komodo yang pelan-pelan hancur.

Dilihat detikTravel pada The Guardian, Minggu (22/4/2018) The Guardian menerbitkan tulisan ‘Destroying the world’s natural heritage: ‘Komodo is reaching a tipping point’. Ditulis oleh Kate Lamb, berisikan wawancara dengan operator selam di Pulau Komodo, Ed Statham.

Kunjungi Juga : 69QiuQiu Situs judi online yang Terpercaya

Menurut Ed Statham, dirinya melihat penangkapan ilegal yang dapat merusak dunia bawah laut Pulau Komodo. “Itu penangkapan ilegal, penambatan di tempat selam dan mengincar ikan hiu. Itu terjadi dalam skala besar. Jika terus seperti ini, Pulau Komodo akan mencapai titik kritis dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Berikan Komentarmu