Di Rekaman JPU, Fredrich Bahas Hantu Gunung

0
189
Hantu
Hantu

Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutarkan rekaman dalam persidangan terdakwa Bimanesh Sutarjo di kasus merintangi penyidikan. Dalam rekaman yang diputar muncul wacana adanya pengiriman hantu gunung untuk membuat Setya Novanto menjadi gila.

Hal itu terungkap dalam rekaman yang diputar jaksa. Rekaman percakapan itu antara mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi dengan seseorang bernama Viktor.

Di Rekaman JPU, Fredrich Bahas Hantu Gunung Supaya Setnov Gila

“He-eh, kemarin itu saya bilang “kamu bener yakin?”, “yakin saya kirim hantu gunung,”. Nanti pas diperiksa gila. Ah ya di Bangka itu buktinya dia bilang hantu gunung,” kata Viktor dalam rekaman yang diputar jaksa, di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

“Heh,” jawab Fredrich.

Panggilan telepon itu terjadi pada 18 Desember lalu. Berikut transkrip pembicaraan antara Fredrich dengan seseorang bernama Viktor.

“Heh,” jawab Fredrich.

Panggilan telepon itu terjadi pada 18 Desember lalu. Berikut transkrip pembicaraan antara Fredrich dengan seseorang bernama Viktor .

FY merupakan Fredrich Yunadi sedangkan V untuk inisial Viktor.

FY: Halo
V: Halo pak Fredrich, apa kabar?
FY : Baik. Gimana?
V: Viktor
FY : Iya gimana sekarang?
V: Heh, ini saya kan ngeliat itu yang klien itu, pak Fredrich
FY : Siapa?
V: Pak Setnov
FY: He-eh gimana?
V: Itu kan dianggap orang kan bermain-main berpura-pura gitu
FY: Iya
V: Ah kalau mau, ada temen saya, dia jago
FY: He-eh
V : Dia jadi selalu sidang itu dibikin gila, dokter periksa dia gila. Ah nanti abis itu cabut lagi dia gilanya
FY: Emang bisa?
V : Bisa. Dia di Bangka, di Bangka nih
FY: Ooh
V: He-eh, kemarin itu saya bilang “kamu bener yakin?”, “yakin saya kirim hantu gunung,”. Nanti pas diperiksa gila. Ah ya di Bangka itu buktinya dia bilang.
FY: Heh
V: Jadi untuk, saya kasihan juga orang udah kayak gitu udah tahan
FY: iya
V: Terlepas dia salah, tapi kan jangan kita perlakukan orang udah kayak gini
FY : Iya seperti binatang diberlakukan
V: saya kemanusiaan aja lah, saya ngeliat bukan
FY: Iya
V: Istri saya juga marah-marah. “Pak itu” enggak lah saya kasihan orang kita manusiawi
FY: Hahahahah…
V: Saya bilang gitu
FY: Hem hem
V: Saya lagi cari, cari bagaimana masuk ke keluarga dia, kalo bisa
FY: Hem hem
V: Kalo dia mau, kita buktiin
FY: Gitu ya?
V: Gitu, he-eh
FY: Ya coba nanti saya bicarakan deh
V: He-eh jadi kemarin itu saya kontek teman saya si Tina kan, istrinya Firman
FY: Ah Tinah mah gak bisa apa-apa
V: Iya Firman Wijaya
FY: Dia kan, dia gak dia, dia gak deket dia
V: He-eh. Jadi kalo pak Frederick kan udah deket tuh
FY: Heh, percuma
V: Kalo mau
FY: Firman, Firman sebenarnya kan gak diterima itu juga
V: Hemm
FY: Karena kan dia suka, pura-pura kan jadi anak buahnya Maqdir gitu masuknya
V: Oh itu, tapi kenapa dia kenapa mundur?
FY: Saya gak suka sama maqdir
V: Oh bener. Bener. Belagu dia
FY: Iya. Memang enggak suka saya sama dia
V: Gitu?
FY: He-eh
V: Enggak, gini…
FY: Ya coba nanti saya bicarakan deh
V: Kalo bagus, masuk, kan sidang ini kita kerjain dia
FY: He eh he eh
V: Jadi saya bilang bisa sembuh lagi enggak. Sembuh. Pokoknya kita setiap sidang kita bikin dia gila
FY: Gitu ya?
V: He eh. Nanti diperiksa dokter pun, dia jadi gila.
FY: Hmmh
V: Nah gitu
FY: Memang bisa.. bisa begitu? Kamu yakin bisa?

Setelah rekaman selesai diputar, jaksa menanyai Novanto apakah suara tersebut merupakan milik Fredrich. Kemudian Novanto mengaku tidak tahu.

“Kami lanjutkan pertantanyaan, saksi tadi mengatakan pernah sering komunikasi, mengenal suara ini?” tanya jaksa Takdir.

Kunjungi Juga : TuanDomino Situs Judi Online Terpercaya

“Kalau itu saya malah nggak begitu tahu. Kalau telepon kan kumisnya kedengeran,” ucap Novanto sambil tertawa.

Novanto mengaku hanya mengingat kumis dan suara Fredrich yang mengamuk. Kemudian jaksa mengonfirmasi apakah Firman yang disebut dan Maqdir yang ada di percakapan itu merupakan kuasa hukum Novanto saat ini, Novanto membenarkannya.

Novanto mengatakan keduanya menggantikan Fredrich menjadi kuasa hukumnya. Kemudian jaksa mencoba mengkonfirmasi siapa yang disebut akan diperiksa dokter menjadi gila, tetapi Novanto tidak tahu.

“Terkait dalam percakapan itu ada, nanti diperiksa dokter jadi gila, apakah dokter disebut saksi mengenal dokter mana?” tanya jaksa.

“Enggak tahu,” ucap Novanto.

“Bukan di RS Premier, Medika atau lainnya?” tanya jaksa.

“Enggak enggak saya nggak pernah bicarakan itu,” sambung Novanto.

Berikan Komentarmu