Susi Beberkan Modus Baru Pencurian Ikan di Indonesia

0
102
Pencurian
Pencurian

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kegiatan pencurian ikan secara ilegal di Indonesia belum sepenuhnya tuntas. Sampai saat ini, masih ada yang tetap melakukan illegal fishing.

Bahkan, Susi menyebut ada modus baru yang dilakukan para pencuri ikan dalam mengeruk sumber daya alam (SDA) di laut Indonesia.

Hasil gambar untuk Susi Beberkan Modus Baru Pencurian Ikan di Indonesia

“Modus baru ilegal itu kapal Indonesia yang afiliasi dengan kapal luar, kapal luar menunggu di luar garis EEZ, jadi hati-hati sekali, kapal Indonesia milik perusahaan Indonesia melakukan transhipment di tengah,” kata Susi di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Susi mengaku tidak akan segan mencabut izin penangkapan ikan bagi kapal berbendera Indonesia yang tertangkap akibat melakukan pencurian ikan dengan modus-modus lainnya.

Kunjungi Juga : 69QiuQiu Situs Judi Online Aman Dan Terpercaya

Dia juga ingin melibatkan masyarakat seluruh Indonesia untuk menjadi partisipan sebagai pengawas laut Indonesia. Saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sistem pengawasan yang bisa memantau pergerakan seluruh kapal yang berada di laut Indonesia atau vessel monitoring system (VMS).

VMS diciptakan karena mengadopsi sistem pengawasan yang berada di sektor penerbangan. Di mana, setiap pesawat terbang bisa diketahui sedang berada di mana, dan kapan tibanya dengan mengakses melalui internet.

“Makanya harus ada something makes sense, teknologi ini sama dengan penerbangan, dan orang yang nggak suka maka bilang itu membuka rahasia negara, itu rahasia Pencurian ikan,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, Susi mengaku akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memberikan informasi terkait SDA.

Upaya yang dilakukan adalah ingin memberikan data yang bisa diakses secara digitalisasi dengan memanfaatkan infrastruktur internet.

Baca JugaIndojudi69 Informasi Seputar Agen Judi Online Terpercaya

“Selain kedaulatan tentu keberlanjutan, kita terus bekerja sama dengan lembaga riset untuk menghitung kadar biomass di laut, nelayan dibantu dengan digitalisasi, informasi tentang keberadaan klorofil, plankton, agar mereka ke laut tidak berjudi lagi,” kata Susi.

Dengan digitalisasi, Susi bilang, para nelayan juga bisa mendapat informasi mengenai keberadaan ikan di suatu lokasi. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan informasi masih bisa diambil atau tidak biota lautnya.

“Jadi kita beri update status wilayah, misalnya wilayah ini sudah kuning, titik ini sudah merah dan tidak boleh diambil, karena recovery kalau sudah di titik bawah itu sulit, kalau sudah kuning bisa kita kasih tahu untuk ke wilayah lain. Jadi bisa kehitung pendapatan, dan kesejahteraan mereka,” jelas dia.

 

Berikan Komentarmu