Tokoh Lintas Agama Kutuk Bom Gereja Surabaya

0
94
Agama
Agama

Menanggapi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, para tokoh lintas agama menyampaikan pernyataan sikapnya. Mereka bersatu melawan terorisme.

Hasil gambar untuk Tokoh Lintas Agama Kutuk Bom Gereja Surabaya: Negara Tak Boleh Kalah

“Maka dengan ini negara tidak boleh kalah oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan jihad tapi justru merusak dan menodai makna jihad itu sendiri, yakni amar maruf nahi mungkar,” kata Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faisal Zaini, di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018).

Ada perwakilan dari berbagai agama yang hadir dalam pernyataan sikap ini. Dari Walubi ada YM Maha Biksu Dutavira Sthavira (Suhu Beni), dari PGI ada Pendeta Penrad Siagian, dari LPOI ada Marsudi Syuhud, dari PBNU ada Helmy sendiri, dari KWI ada Romo Agus Ulahayanan, dari Muslimat NU ada Yenni Wahid, dan dari Ketua PBNU Eman Suryaman.

Kunjungi Juga : 69QiuQiu Agen Situs Judi Online Terpercaya

Ada enam poin yang disampaikan secara bergantian oleh para tokoh lintas agama itu. Berikut adalah enam poin itu:

1. Mengutuk keras pelbagai tindakan terorisme atas dasar dan latar belakang apapun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, dan juga mengkafirkan mereka yang di luar keyakinannya bukanlah ajaran agama.
2. Mendesak dan sekaligus mendukung sepenuhnya upaya dan langkah-langkah pemerintah dan aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin merajala, maka diperlukan penanganan khusus dan ekstra yang lebi intensif dari pelbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan. Negara wajib hadir untuk menjamin keamanan hidup setiap wartanya.
3. Menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan kita harus menerimanaya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, dan kesabaran.
4. Mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terporovokasi, serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Jika mendapati peristiwa sekecil apapaun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme, segera laporkan kepada aparat keamanan.
5. Mengimbau segenap umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh situasi ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak menyebarkan isu, gambar korban, juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya atas peristiwa ini.
6. Mengimbau semua tokoh politik dan masyarakat agar mengutakamakan kepentingan bangsa dan negara, dan tidak memperkeruh suasana, dan mengeluarkan statement yang tendensius yang menciderai perdamaian dan toleransi beragama.

Berikan Komentarmu