Keluarga Akui Pengebom Polrestabes Surabaya Radikal

0
148
Radikal
Radikal

Tri Murtiono mengajak istri dan anaknya melakukan aksi pengeboman di Polrestabes Surabaya. Di mata keluarga, pria 50 tahun ini dikenal memiliki paham radikal sejak 10 tahun lalu.

Hasil gambar untuk Penjelasan TNI AD soal Orang Mencurigakan di Mabes

Tri bersama istrinya, Tri Ernawati (43), di mata keluarga memang pemahaman agamanya cenderung radikal. Berdasarkan pengakuan Heri (45), kakak Tri Ernawati, sejak 10 tahun lalu Tri Murtiono selalu menganggap duniawi itu haram oleh karena itu  pemikiran cenderung menajdi Radikal.

“Waktu bertemu, saya selalu diceramahi. Selain itu, dia keras soal agama. Bahkan datang ke mal itu haram,” kata Heri kepada wartawan di rumah orang tua Tri Ernawati, Jalan Krukah Selatan, Ngagel Rejo, Senin

Karena sering kali pendapatnya dipatahkan Tri Murtiono dalam pembahasan soal agama, Heri pun enggan berkomunikasi dengan suami adiknya itu.

“Sudah 10 tahun lalu saya tak berkomunikasi dengan suami adik saya,” kata Heri.

Heri juga mengatakan, 10 tahun lalu Tri Murtiono sering mengikuti pengajian-pengajian dengan beberapa kelompoknya.

Kunjungi Juga : 69QiuQiu Situs Judi Online Terpercaya

“Dulu setahu saya sering ikut pengajian. Tapi di mana tempatnya saya kurang tahu,” ujar Heri.

Heri juga mengatakan Tri Ernawati dan Tri Murtono beberapa kali pindah-pindah kontrakan sebelum akhirnya tinggal di kawasan Tambak Medokan Ayu bersama tiga anaknya.

“Sebelum tinggal di Tambak Medekoan Ayu, mereka tinggal di Ngagel Tirto cukup lama. Kalau di Medokan baru tiga bulan lalu,” ungkap Heri.

Pihak keluarga juga kaget setelah mengetahui pelaku peledakan bom di Polrestabes Surabaya adalah bagian dari keluarga mereka. “Keluarga juga tidak percaya mereka melakukan perbuatan itu” kata Heri.

Wartawan mendatangi rumah kontrakan Tri Murtiono di Tambak Medoan Ayu. Dari pantauan rumah tersebut bercat oranye dan bertembok besi. Di dalamnya terdapat satu mobil pikap dan beberapa besi aluminium yang tertumpuk rapi.

Polisi yang juga datang ke lokasi berusaha mencoba membuka pintu pagar, namun pintu tersebut masih terkunci rapat.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami akan berkoordinasi dengan Tim Densus. Khawatir jika ditemukan bahan-bahan bom,” kata Direskrimum Polda Jatim AKBP Agung Yudha Wibowo.

Berikan Komentarmu