JK: Konflik di Negara Mayoritas Islam Datangnya dari Luar

0
121
Islam
Islam

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri rapat pleno ke-28 Majelis Ulama Islam Indonesia (MUI). Dalam rapat itu, JK sempat berbicara mengenai aksi teror bom yang beberapa pekan lalu melanda Indonesia.

Hasil gambar untuk Jusuf Kalla

“Itu semua yang bikin bom Surabaya itu selalu dari luar, itu bom Thamrin selalu dari luar karena perintahnya dari luar, perintahnya dari Afghanistan. Jadi dunia Islam itu terjadi suatu keadaan di mana ada dari luar dan kita jadi pecah belah,” kata JK saat membuka rapat pleno MUI di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Kunjungi Juga : 69QiuQiu Situs Judi Online Terpercaya

JK mengatakan, di dunia mayoritas pemeluk agama Islam terbilang besar. Tetapi ada pula negara-negara yang hingga kini masih bergejolak. Ia mengatakan banyak bom di mana-mana dan hal itu selalu datang dari konflik negara-negara luar di luar Indonesia.

“Tapi ada kondisi yang baik dan buruk. Kita lihat kondisi di negara hampir 53 negara , penduduk mayoritas Islam itu terdiri dari 15-an yang bergejolak. Jadi luar biasa posisi kalau kita lihat tiap hari di televisi ini zaman umat Islam bergejolak satu sama lain atau dibom dari luar satu sama lain. Ini kondisi luar biasa dan semua yang perang konflik itu semua datangnya dari luar jadi ada suatu kondisi kalau ingin negara barat maju negara Islam harus berkonflik satu sama lain dan itu ditulis di buku,” papar JK.

Ia lalu menyebut jika negara maju ingin terus maju maka negara-negara Islam di dunia harus berkonflik. Sehingga negara tersebut tetap jadi negara maju.

“Untuk Amerika, negara-negara barat maju maka negara Islam harus konflik satu sama lain begitulah yang terjadi, jadi banyak orang berpikir kenapa ini terjadi. Yang berkonflik banyaknya republik, kerajaan tidak. Suriah, Afganistan, Pakistan semua republik, yang kerajaan malah agak aman karena sifatnya yang Timur Tengah seperti itu,” imbuhnya.

Hal inilah yang membuat adanya Islamophobia. Menurut JK, yang membuat istilah Islamophobia semakin besar karena orang-orang yang ingin memecah Islam tersebar di mana-mana. JK juga mengatakan seharusnya rakyat Indonesia bersyukur karena saat ini Indonesia dalam kondisi yang baik tidak seperti negara-negara Islam yang sedang berkonflik saat ini.

“Dari kondisi itu timbulah Islamophobia dan yang melakukan itu kemudian tersebar ke mana-mana. Tersebar ini terbagi dua karena ideologi dan karena marah. Di Eropa lebih banyak karena marah, anak muda keturunan katakanlah dari Turki, Maroko, India karena marah negaranya diobrak-abrik dan dia membalas. Kedua, kemudian mengalir konflik ini ke mana-mana termasuk Indoneisa. Di Indonesia kita lihat hampir semua yang radikal selalu datang dari daerah-daerah berkonflik dan semua itu diduduki oleh orang asing. Alqaeda datang dari Afganistan itu kita tahu Rusia, Amerika berbuat yang luar biasa,” imbuhnya.

Berikan Komentarmu